William Hope, Master Sotoshop Hantu Tahun 1905

Ternyata sejang zaman kamera masih hitam putih William Hope, Master Sotoshop Hantu Tahun 1905
Ternyata sejang zaman kamera masih hitam putih, foto tipuan menyerupai photoshop sudah ad loh. Tetapi menggunakan teknik yang lebih sederhana namun rumit juga. Dikutip dari riskydhe.mywapblog.com ada seorang Fotografer berjulukan William Hope yang melaksanakan manipulsi foto ini, ceritanya berawal dikala William diminta oleh temannya untuk mengambil foto. Betapa terkejutnya mereka setelah hasil foto selesai, mereka melihat ada “sosok lain” dalam foto tersebut, penampakan Hantu.
Pada waktu itu tepatnya tahun 1905, teknologi foto masih sederhana, menggunakan flash dan ruang gelap serta masih hitam putih. Sejak pengambilan foto tersebut, William merasa percaya diri bahwa ia sanggup mengambil foto hantu.

Ternyata sejang zaman kamera masih hitam putih William Hope, Master Sotoshop Hantu Tahun 1905
Ternyata sejang zaman kamera masih hitam putih William Hope, Master Sotoshop Hantu Tahun 1905
Tak usang sesudahnya, Hope membentuk Crew Circle, yaitu kelompok 6 fotografer yang mengkhususkan diri pada pemotretan berkarakter roh-roh halus. Pengakuan spiritual lebih meyakinkan diperkuat dengan legalisasi dari Uskup Agung Thomas Colley. Dan, Crew Circle pun semakin go public.
Setelah Perang Dunia Pertama usai, makin banyak orang membutuhkan jasa kelompok ini. Orang ingin melihat arwah keluarga yang meninggal lewat foto. Sebelum karenanya berpisah di alam berbeda. Usaha Hope semakin laris, ia pindah ke London tahun 1920 semoga lebih profesional.

Ternyata sejang zaman kamera masih hitam putih William Hope, Master Sotoshop Hantu Tahun 1905
Ternyata sejang zaman kamera masih hitam putih William Hope, Master Sotoshop Hantu Tahun 1905
Banyaknya foto-foto yang menampilkan roh menjadikan kecurigaan beberapa pihak. Sekelompok orang melemparkan tuduhan bahwa Crew Circle hanyalah sekelompok penipu. Manipulator foto ulung.
Kritikan paling pedas dilontarkan Harry Price, pemburu hantu dan peneliti psikis untuk Society for Physical Research. Ia mengungkapkan bukti bahwa bahu-membahu Hope dan rekan-rekan memanfaatkan teknik kamar gelap (dark room). Itu semua cuma permainan eksposur ganda, menempatkan lapisan gambar dalam proses cuci-cetak.
Bagaimanapun, Sir Arthur Conan Doyle, penulis kisah seri Sherlock Holmes, justru mendukung Hope. Tak mungkin hasil jepretan itu sebuah tipuan. Publik tentu lebih percaya pernyataan Doyle yang dipandang terkemuka kala itu. Hope pun sanggup dengan damai meneruskan bisnisnya, serta menciptakan ribuan orang percaya bahwa ia memang memotret penampakan arwah dalam foto. Sampai selesai hidup Hope di tahun 1933. Barulah belakangan para jago fotografi sependapat dengan klaim Price. Satu hal yang ironis, penulis seri dektetif ternama,Doyle tidak sanggup mendeteksi kebohongan di depan matanya.

Belum ada Komentar untuk "William Hope, Master Sotoshop Hantu Tahun 1905"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel