Rayap Bisa Mendeteksi Deposit Watu Mulia

Oleh : Dr Hanny Rono

Suplemen bagi yang demam kerikil akik, 2000 tahun yang kemudian sejarawan Yunani, Herodotus, pernah menceritakan bahwa di sekitar perbatasan Persia dan India terdapat semut raksasa yang membawa kerikil emas ke permukaan setiap kali mereka menggali terowongan bawah tanah untuk sarang mereka.

Sejak tahun 1970-an sarang rayap dan semut banyak diburu ilmuwan sebagai materi penelitian untuk mendeteksi cadangan deposit mineral dan kerikil mulia di sekitarnya dengan cara mengobservasi jejak mineral menyerupai Tembaga (Cu), Zinc (Zn), Magnesium (Mg), Kalium (K), dll, pada badan rayap dan kerikil-kerikil sarang rayap.

Biasanya rayap bisa untuk menggali 5-10 meter ke dalam tanah kemudian mengeluarkannya ke permukaan. Kerikil-kerikil inilah yang kemudian diobservasi kandungan mineralnya sehingga bisa diketahui seberapa besar deposit mineral atau kerikil mulia di bawah sarang rayap tersebut.

Ketika di Afrika para rayap tersebut dimanfaatkan untuk survey penambangan tembaga, berbeda di Australia, rayap dijadikan indikator kandungan deposit emas di sekitar sarang rayap tersebut. Peneliti Australia, Dr. Aaron D. Stewart, semenjak tahun 2012 telah mengobservasi jejak unsur Aurum (Au) pada badan rayap Tumulitermes tumuli dan kerikil-kerikil pada sarang mereka untuk mendeteksi deposit emas di Moolart Well Australia.

Bisa dibayangkan manfaat observasi mineral pada rayap dan semut ternyata bisa mengefisiensi biaya survey geologi mineral. Oleh alasannya ialah itu penting bagi kita untuk selalu menjaga kelestarian mahluk hidup yang darinya terkadang kita bisa mencicipi keuntungannya secara langsung.

Source: Dr. Aaron D. Stewart - “Source of anomalous gold concentrations in termite nests, Moolart Well, Western Australia: implications for exploration” - http://goo.gl/PPwElx

Belum ada Komentar untuk "Rayap Bisa Mendeteksi Deposit Watu Mulia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel