Rasio Emas, Rumus Terhebat Yang Pernah Ada


Ada apa dibalik piramid di Mesir, Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, bunga matahari, binatang siput, pohon cemara dan bahkan jari jemari anda, apakah semuanya mempunyai kesamaan?

Jawaban atas pertanyaan ini tersembunyi dalam urutan angka yang di temukan oleh Matematikawan Italia, Leonardo Fibonacci. Ciri dari angka ini dikenal sebagai angka Fibonacci, masing-masing dari angka ini yakni penjumlahan dari dua angka sebelumnya
 Angka Fibonacci mempunyai keistimewaan yang menarik. Ketika anda membagi satu angka dari urutan angka sebelumnya, anda akan memperoleh angka yang sangat menyerupai satu dengan yang lain.

Bahkan, angka ini bernilai sama sesudah urutan ke-13 yang dikenal sebagai “Rasio Emas”.
 Contoh-contoh Rasio Emas ini akan anda saksikan dalam film ini, yang juga anda jumpai dalam badan anda sendiri bahkan seluruh makhluk hidup di alam, ini yakni bukti bahwa Allah telah membuat segala sesuatu berdasarkan ketentuan. Dalam suatu ayat Allah berfirman:

    Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. 65:3)


Tubuh Manusia dan Rasio Emas

 Ketika mekalukan penelitian atau merancang suatu produk, seniman, ilmuan dan perancang badan manusia, memutuskan proporsi berdasarkan aturan rasio emas sebagai pengukurnya.

Leonardo da Vinci dan Le Corbusier memakai rasio ini dalam desain mereka.
Tubuh insan yang ukurannya ditetapkan berdasarkan rasio emas, juga diambil sebagai dasar dalam Neufret, salah satu buku rujukan terpenting arsitektur era modern.

Proporsi kekerabatan yang ideal ini memperlihatkan aneka macam bab dari badan insan rata-rata dan kurang lebih memenuhi nilai-nilai rasio emas yang sanggup ditetapkan perancangannya.

Rasio t/s dibawah ini selalu setara dengan rasio emas.
t/s = 1.618

Namun, tidaklah selalu memungkinkan untuk memakai penggaris dalam menemunkan rasio emas ini di wajah setiap orang, ini hanya berlaku untuk "bentuk insan ideal" yang disetujui oleh para ilmuan dan seniman.

Contoh pertama dari rasio emas pada badan insan rata-rata yakni ketika jarak antara pusar dan kaki diambil sebagai 1 unit, maka tinggi seorang insan setara dengan 1,618 unit nya.
 Beberapa rasio emas lain pada badan insan rata-rata adalah:
Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan siku,
Jarak antara garis pundak dan bab atas kepala / panjang kepala,
Jarak antara pusar dan bab atas kepala / jarak antara garis pundak dan bab atas kepala,
Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan ujung kaki.
Salah satu referensi rasio emas pada badan insan di dapatkan pada
Jarak antara pusar dan bab atas kepala dibagi dengan jarak antara garis pundak dan bab atas kepala

Tangan Manusia

Putarlah tangan Anda dan lihatlah telunjuk jari Anda. Kemungkinan besar Anda akan menyaksikan proporsi rasio emas disana.

Jari-jemari kita mempunyai tiga bagian. Proporsi dua bab panjang pertama dari jari kita memperlihatkan klarifikasi tentang  rasio emas. Tidak hanya itu saja, ini berlaku juga dengan jempol yang mempunyai dua sendi.
Anda mempunyai 2 tangan, dan jari-jemari yang terdiri dari 3 bagian. Ada 5 jari pada setiap tangan, dan hanya 8 jari yang sesuai dengan jumlah emas: 2, 3, 5, dan 8 sesuai dengan angka Fibonacci.
Rasio Emas pada tangan manusia
Rasio Emas pada Wajah Manusia
 Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci Rasio Emas, Rumus Terhebat Yang Pernah Ada
Rasio Emas pada Wajah Manusia
Ada beberapa rasio emas pada wajah manusia.
Sebagai contoh, total lebar dua gigi depan pada rahang atas dibagi dengan tingginya menghasilkan rasio emas.
 Lebar gigi pertama dari tengah dibandingkan gigi kedua juga menghasilkan sebuah rasio emas.
Ini yakni perbandingan ukuran ideal yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang dokter gigi.

Beberapa rasio emas lain pada wajah insan adalah:
Panjang wajah / lebar wajah,
Jarak antara bibir dan di mana kedua alis mata bertemu / panjang hidung,
Panjang wajah / jarak antara ujung rahang dan di mana kedua alis mata bertemu,
Panjang verbal / lebar hidung,
Lebar hidung / jarak antara lubang hidung,
Jarak antara pupil / jarak antara kedua alis.

Rasio Emas pada Paru-paru

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan antara tahun 1985 dan 1987, fisikawan Amerika, Bruce West dan profesor obat-obatan, Ary Goldberger, mengungkapkan keberadaan rasio emas pada struktur paru-paru.

Salah satu ciri dari jaringan bronkia pada paru-paru yakni susunannya yang asimetris. Misalnya, pipa kanal udara yang terbagi menjadi dua kanal pernapasan utama, satu panjang (di sebelah kiri) dan yang kedua pendek (di sebelah kanan). Pembagian asimetris ini terus ke dalam sub bab berikutnya dari kanal pernapasan. Ditetapkan bahwa di semua bab proporsi bronkus pendek ke panjang selalu 1/1.618.

Semua informasi ini sekali lagi memperlihatkan sifat unggul ciptaan Tuhan kita. Dalam ayat-ayat Al-Qur'an ia mengungkapkan bahwa Allah membuat insan dalam proporsi yang seimbang:

    Yang telah membuat kau kemudian menyempurnakan kejadianmu dan mengakibatkan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. (Surat al-Infitar, 7-8)


Persegi Panjang Emas dan Spiral

Sebuah persegi panjang mempunyai proporsi sisi yang sama dengan rasio emas, yang dikenal sebagai "persegi panjang emas." Mari kita menguji keistimewaan persegi panjang emas ini bersama-sama:

Persegi panjang yang sisi nya sama dengan 1 dan 1,618 pada sisi lainnya yakni persegi panjang emas.
Mari kita asumsikan sebuah persegi ditarik sepanjang sisi pendek persegi panjang ini dan menggambar seperempat lingkaran antara dua sudut persegi.

Kemudian, kita gambar satu bujur kandang lagi dan seperempat lingkaran pada sisi yang selebihnya dan lakukan hal sama untuk semua persegi panjang menyerupai yang ada pada persegi panjang utama.
Ketika Anda melaksanakan ini, Anda akan mengakhirinya dengan sebuah bentuk spiral.

Persegi Panjang Emas yang menghasilkan bentuk Spiral sempurna
 Pakar keindahan asal Inggris, William Charlton, menjelaskan bagaimana orang-orang menyukai bentuk spiral dan telah menggunakannya selama ribuan tahun yang menyatakan bahwa kita menyukai bentuk spiral alasannya yakni kita secara visual sanggup mengikuti mereka dengan mudah.

Spiral yang didasarkan pada rasio emas mempunyai struktur yang paling tak tertandingi yang sanggup Anda temukan di alam.

Salah satu caontohnya yakni urutan spiral pada bunga matahari dan pucuk pohon pinus. Ini yakni salah satu dari banyak referensi wacana bagaimana Allah Yang Mahakuasa telah membuat segala sesuatu yang tepat dan dengan proporsi yang seimbang.
Contoh spiral logaritmik di alam
 Struktur Pada Kerang

Saat meneliti cangkang moluska, bentuk dan struktur permukaan internal dan eksternal dari cangkangnya menarik perhatian para ilmuwan:

Bagian permukaan dalamnya halus, diluarnya bergalur. Tubuh moluska berada di dalam tempurung dan permukaan tempurung dalamnya harus halus. Tepi luar tempurungnya menambah kekerasan kerangka, dengan demikian, menambahkan kekuatan pada tempurungnya. Bentuk tempurungnya menakjubkan oleh kesempurnaan dan profitabilitas masih berlangsung pada penciptaannya. Gagasan spiral di tempurungnya mengungkapkan bentuk geometris sempurna, dalam keindahan yang menakjubkan yang "mempertajam" desain.

Cangkang-cangkang kebanyakan moluska tumbuh mengikuti bentuk spiral logaritmik.
 Tidak ada keraguan, tentu saja, bahwa hewan-hewan ini tidak memahami perhitungan matematis paling sederhana, apalagi bentuk spiral logaritmik.

Tidak ada keraguan sekalipun bahwa hewan-hewan ini tidak memahami perhitungan matematis paling sederhana, apalagi bentuk spiral logaritmik.

Jadi bagaimana makhluk-makhluk tersebut sanggup mengetahui bahwa ini yakni cara terbaik bagi mereka untuk tumbuh?

Bagaimana binatang-binatang ini melakukannya, yang berdasarkan sejumlah ilmuwan digambarkan sebagai "primitif," tahu bahwa ini yakni bentuk ideal bagi mereka?

Mustahil pertumbuhan semacam ini terjadi tanpa adanya suatu pengetahuan atau kecerdasan.
Kesadaran itu tidak ada di moluska, meskipun apa yang ilmuwan klaim ada di alam itu sendiri.
Hal ini benar-benar tidaklah masuk nalar untuk berusaha menjelaskan hal tersebut secara kemungkinan.
Struktur ini hanya sanggup dihasilkan dari kecerdasan dan pengetahuan yang tinggi.
Allah Yang Mahakuasa telah membuat makhluk hidup ini menjadi sempurna.
Dalam satu ayat, Al-Qur'an mengungkapkan bagaimana Allah berkuasa atas segala sesuatu dengan pengetahuan Yang Maha Tinggi ilmu-Nya, dan bagaimana insan harus mencerminkan pada karya seni tak tertandingi Tuhan kita:

    Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kau tidak sanggup mengambil pelajaran (daripadanya) ?" (Surat al-An'am, 80)


Pertumbuhan semacam ini digambarkan sebagai "gnomic" oleh andal biologi Sir D'Arcy Thompson, spesialis pada subjek ini, yang menyatakan bahwa mustahil untuk membayangkan suatu sistem sederhana, selama pertumbuhan sebuah kerang bahari didasarkan pada pelebaran dan perpanjagan sesuai dengan proporsi yang identik dan tidak berubah.

Salah satu referensi terbaik yang sanggup dilihat dari jenis ini yakni pertumbuhan pada nautilus, yang hanya beberapa sentimeter dengan diameternya.

Crosbie Morrison menjelaskan proses pertumbuhan ini, yang sangat sulit untuk dirancang bahkan dengan kecerdasan insan sekali pun, menyatakan bahwa di sepanjang cangkang nautilus pada bab dalam spiral yang memanjang, terdiri dari sejumlah kamar dengan dinding dilapisi induk mutiara. Sebagai binatang yang tumbuh, ia membangun kamar lain di verbal cangkang spiral yang lebih besar dari yang sebelumnya, dan bergerak maju ke tempat yang lebih lebar dengan menutup pintu di belakangnya dengan lapisan induk mutiara.

Nama ilmiah dari beberapa makhluk bahari lainnya dengan bentuk spiral logaritmik, dimana berisi rasio pertumbuhan yang berbeda dalam cangkang mereka adalah: Haliotis Parvus, Dolium Perdix, Murex, Scalari Pretiosa.

Rasio Emas pada Organ Pendengaran dan Keseimbangan

Koklea pada indera pendengaran dalam insan berfungsi untuk mengirimkan getaran suara.
Struktur bertulang ini, yang berisi cairan, mempunyai bentuk spiral logaritmik dengan sudut tetap sebesar 73 ° 43' yang merupakan rasio emas.
Anatomi alat pendengaran manusia. koklea memilki bentuk spiral logaritmik
 Tanduk dan Gigi Tumbuh dalam Bentuk Spiral

Contoh kurva yang didasarkan bentuk spiral logaritmik sanggup dilihat pada gading gajah, mammoth yang telah punah, cakar singa dan paruh burung beo.
Laba-laba selalu merajut jaring dalam spiral logaritmik.

Di antara mikro-organisme yang dikenal sebagai plankton, badan globigerinae, planorbis, vortex, terebra, turitellae dan trochida, semuanya disusun dalam bentuk spiral.
Amon, yang kini telah punah dan hanya ditemukan dalam bentuk fosil, juga mempunyai cangkang yang tumbuh logaritmis. Tidaklah pula bentuk spiral dalam kerajaan binatang terbatas pada cangkang moluska itu sendiri.

Tanduk binatang menyerupai antelop, kambing gunung dan ram juga tumbuh dalam bentuk Spiral yang didasarkan pada proporsi emas ini.
Contoh tanduk binatang yang mempunyai bentuk spiral

Rasio Emas pada DNA
Struktur double helix pada DNA mempunyai nilai Fibonacci
 Molekul DNA di mana semua ciri-ciri fisik makhluk hidup disimpan, juga telah dibuat dalam bentuk yang didasarkan pada rasio emas.

DNA terdiri dari dua jalinan helix tegak lurus.
Panjang kurva di masing-masing helix ini yakni 34 angstroms dan lebarnya 21 angstroms. (1 angstrom yakni seratus per seratus juta sentimeter.)

21 dan 34 yakni dua angka Fibonacci yang berurutan.

Semua informasi ini hanya beberapa bukti penting bahwa alam semesta diciptakan oleh Yang Maha Cerdas, dengan kata lain, bahwa Allah membuat alam semesta dan segala sesuatu di dalamnya dari ketiadaan.
Di dalam Alquran, Allah menyuruh orang beriman untuk memikirkan bukti ini.
Siapa pun yang memperhatikan referensi di sekitarnya dengan hati nurani, akan melihat kebenaran yang nyata. Kesempurnaan karya seni Tuhan kita telah dinyatakan dalam istilah-istilah ini dalam Al Qur'an:

    …..Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kau lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi pasti penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. (Surat al-Mulk, 3-4)


DAUN DAN RASIO EMAS
Rasio Emas pada daun Yellow Poplar
 Bila Anda melihat-lihat disekitar, Anda akan melihat banyak tumbuhan dan pohon yang diselimuti daun.
Dari kejauhan Anda akan membayangkan bahwa cabang-cabang dan daun disusun secara acak tidak beraturan.

Bagaimanapun kenyataannya, titik di mana setiap cabang yang akan nampak, urutan daun pada cabangnya dan bahkan bentuk simetris pada bunga, semuanya telah diatur dengan aturan yang tetap dan ukuran yang sangat ajaib.

Tanaman yang telah mematuhi hukum-hukum yang tepat itu, bearada semenjak ketika pertama kali diciptakan. Dengan kata lain, tidaklah satu pun daun atau bunga muncul secara kebetulan.

Berapa banyak cabang yang dimiliki sebuah pohon, di mana letak cabang akan muncul, berapa banyaknya cabang daun yang dimiliki dan susunan daun-daun tersebut, semuanya pun telah ditentukan sebelumnya.
Selain itu, setiap tumbuhan mempunyai percabangan dan aturan urutan daun yang sangat unik.
Para ilmuwan sanggup mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan urutannya tersendiri.
Yang luar biasa yakni cara bahwa dua pohon poplar yang satu di Cina dan satu di Inggris misalnya, sadar akan aturan proporsi yang serupa dan menerapkan rasio yang sama.

Tentu tidaklah bisa, memungkinkan semua tumbuhan ini membuat perhitungan matematis yang unik secara tersendiri.

Pencipta keindahan dan bentuk tepat ini yakni Allah Yang Maha Mengetahui. Seperti disebutkan dalam Al Qur'an:

    Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan ia telah membuat segala sesuatu, dan Dia memutuskan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (Surat al-Furqan, 2)
Tingkatan daun, jumlah dan putarannya berdasarkan pada deret Fibonacci
 Mari kita melaksanakan hitungan singkat dari daun tumbuhan ini dalam pot.
Mari kita lanjutkan menghitung hingga kita menemukan daun lain pada tingkat yang sama.
Pada titik ini marilah kita juga ingat jumlah putaran yang kita hitung di sekitar batang.
Pada titik ini marilah kita juga ingat jumlah belokan-belokan yang kita hitung di sekitar batang.
Dua angka yang kita peroleh, jumlah daun dan putarannya, akan menjadi dua angka pertama yang kita lihat dalam urutan Fibonacci.

Apabila kita mulai menghitung dari arah yang berlawanan, maka kita akan memperoleh jumlah daun yang sama, tetapi pada nomor putaran yang berbeda.
Jumlah putaran di setiap arah dan jumlah daun yang ditemui selama ini, mengungkapkan tiga angka berturut-turut Fibonacci.

Kemungkinan berbentuk melingkar atau spiral, tergantung pada jenis tanaman.
Salah satu hasil paling penting dari bentuk yang istimewa ini yakni bahwa daun diatur biar tidak mempunyai bayangan yang lebih satu sama lain.

Menurut proporsi ini, dikenal sebagai "perbedaan daun" dalam ilmu tumbuh-tumbuhan, urutan pada daun yang diatur di sekitar batang tersebut telah ditetapkan dengan nomor tertentu.
Pengaturan ini didasarkan pada perhitungan yang sangat kompleks.

Jika N yakni jumlah putaran yang kita perlukan, maka pehitungan dimulai pada satu daun hingga kita menemukan daun lain pada tingkat yang sama, dan kalau P yakni jumlah daun yang ditemui selama siklus ini, maka pecahan P / N yakni "perbedaan daun "yang ada pada tumbuhan tersebut.
Perbedaan Daun = Jumlah daun dalam siklus daun / jumlah putaran
Pembagian bilangan istimewa untuk beberapa tumbuhan yakni sebagai berikut:
- 1 / 2 pada tumbuhan padang rumput (rumput)
- 1 / 3 pada tumbuhan rawa
- 2 / 5 pada pohon berbuah (misalnya, pohon apel)
- 3 / 8 pada spesies pisang,
- 5 / 13 pada tumbuhan yang berbentuk bulat.

Cara setiap pohon dari spesies yang sama menyadari akan rasio ini  dan mematuhi proporsi yang telah ditentukan yakni merupakan  sebuah keajaiban besar.

Bagaimana pohon pisang ini misalnya, tahu wacana pembagian bilangan dan bagaimana sanggup ia melakukannya, tanpa peduli dimana pun kemungkinan itu ada atau tidak di dunia, yang pasti apakah tumbuhan ini sanggup tunduk pada aturan ini?

Menurut perhitungan ini, ketika Anda memulianya dari daun manapun dan membuat 8 putaran di setiap batang pohon pisang, anda akan menemukan daun lain pada tingkat yang sama dan pada waktu yang sama menjumpai 3 daun dalam siklus ini.

Di mana pun Anda pergi di dunia, dari Afrika Selatan ke Amerika Latin, pembagian bilangan ini tidak akan pernah berubah.

Keberadaan perbandingan urutan menyerupai halnya daun yakni bukti penting bahwa makhluk hidup tidaklah sanggup ada secara kebetulan, tetapi bahwa mereka diciptakan dengan struktur yang sangat kompleks.

Ini berarti Allah Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui telah mengkodekan proporsi dalam struktur genetik makhluk hidup dan membuat mereka dengan informasi tersebut.
Keajaiban numerik yang kita temukan pada tumbuhan lebih jauh daripada itu.

Meskipun cabang  pohon-pohon yang kita lihat di sekitar kita mungkin tampak diatur sembarang ketika pandangan pertama, mereka juga bergotong-royong diatur berdasarkan planning yang sangat kompleks dan perhitungan matematis.

Ahli botani telah mengidentifikasi angka rasio emas yang menempel dalam sebuah percabangan tumbuhan yang sedang tumbuh.

Kita sanggup meninjau pada referensi tumbuhan sneezewort. Mari kini kita lihat kekerabatan antara percabangan dan proporsi emas pada tumbuhan ini.

Tanaman yang sedang tumbuh, akan menumbuhkan cabang gres dari setiap tunas dan cabang gres di salah satu sisinya.

Jika jumlah cabang pada bidang horizontal dihitung, maka angka Fibonacci sanggup dilihat.

Rangkaian Fibonacci merupakan kunci penting untuk memahami perhitungan dengan baik dan juga susunan pada tumbuhan.

Hal ini memperlihatkan urutan dan estetika pada daun dan bunga diatur berdasarkan rangkaian Fibonacci.

Fakta bahwa tumbuhan dibuat sesuai dengan rumus-rumus matematika tertentu, yakni salah satu bukti paling terang bahwa mereka telah diciptakan secara khusus.

Takaran yang sensitif dan keseimbangan dalam atom tumbuhan dan DNA, juga ada pada wujud luar tanaman.
Bukti lain dari penciptaan yang melibatkan rasio emas, meliputi beberapa bunga, biji dan buah-buahan.

Bunga matahari yakni salah satu referensi terbaik mengenai hal ini.
Bentuk spiral pada bunga matahari yang mempunyai nilai rasio emas (1,618)
 Jika Anda mengambil dan mengusut bunga matahari, Anda akan melihat bahwa bijinya diatur dalam bentuk spiral.

Dan kalau Anda mulai menghitung semua biji dalam spiral secara bolak balik dari kanan dan kiri, Anda akan menemukan dua nomor berturut-turut dari rangkaian Fibonacci.
Bunga matahari mempunyai jumlah biji yang sesuai dengan deret fibonacci.
Dari kiri ke kanan berjumlah 21 dan dari kanan ke kiri berjumlah 34
 Hal ini tentunya tidak terbatas pada bunga matahari saja.
Daun tumbuhan padat berbiji, menyerupai kubis, juga membentuk spiral berturut - turut dari kanan ataupun kiri di sekitar titik pusat, menyerupai halnya pada bunga matahari.
Aster dan sisik kerucut pinus juga diatur dalam kanan dan kiri spiral.

Jika Anda menghitung ini satu per satu, Anda akan mendapat nomor berdasarkan rangkaian Fibonacci, dengan kata lain, pada rasio emas.
Angka-angka dalam spiral pada flora adalah:
5/8 dan 8/13 di kerucut pinus,
8 / 13 di nanas,
21/34 di tengah kuntum bunga aster,
Dan 21/34, 34/55 dan 55/89 di bunga matahari.

Bukti ciptaan tepat Allah sanggup ditemukan dalam semua pengukuran dan keteraturan yang tajam.
Penciptaan tepat tumbuhan telah dinyatakan dalam sebuah ayat dalam Al Qur'an, dan kita diberitahu bahwa ini juga merupakan bukti penting bagi orang yang beriman:

    Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, kemudian Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tumbuhan yang menghijau. Kami keluarkan dari tumbuhan yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada gejala (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (Surat al-An’am, 99)


RASIO EMAS DI DALAM  DUNIA MIKRO

Bentuk geometris yang tidak terbatas pada segitiga, bujur sangkar, segi lima atau segi enam.
Bentuk-bentuk ini juga sanggup bertemu dalam aneka macam cara dan menghasilkan geometri tiga dimensi baru.
Kubus dan piramida yakni referensi pertama yang sanggup dikutip. Selain itu, Namun, ada juga bentuk-bentuk tiga dimensi menyerupai tetrahedron, octahedron, dodecahedron, icosahedron dan hexahedron, bahkan yang mustahil pernah kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari dan yang namanya bahkan mungkin tidak pernah kita mendengarnya.

Segi dodecahedron terdiri ini dari 12 permukaan segi lima, dan icosahedron terdiri dari 20 segitiga.
Para ilmuwan telah menemukan bahwa bentuk-bentuk semua ini sanggup berubah secara matematis satu sama lain, dan perubahan ini terjadi dengan rasio yang terkait dengan rasio emas.
Bentuk tiga dimensi yang mengandung rasio emas sangat tersebar luas dalam mikroorganisme.


Banyak virus mempunyai bentuk icosahedron. Yang paling populer yakni virus Adeno.
Selubung protein dari virus Adeno terdiri dari 252 subunit protein, semua berangkat secara teratur.
12 subunit di sudut icosahedron yakni dalam bentuk prisma segi lima. Struktur menyerupai batang, menonjol dari sudut ini.

Orang pertama yang menemukan bahwa virus mengikuti bentuk yang mempunyai rasio emas yakni Aaron Klug dan Donald Caspar, dari Birkbeck College di London, pada tahun 1950-an.
Virus pertama yang mereka temukan ini yakni virus polio. Virus Rhino 14 mempunyai bentuk yang sama menyerupai virus polio.

Mengapa virus mempunyai bentuk yang didasarkan pada rasio emas, bentuk yang sulit untuk kita membayangkan?

Aaron Klug, yang menemukan bentuk-bentuk ini, menjelaskan:
"Rekan saya Donald Caspar dan saya memperlihatkan bahwa desain dari virus ini sanggup dijelaskan dalam hal generalisasi dari simetri ikosahedral, yang memungkinkan unit identik bekerjasama satu sama lain dengan cara seperti setara dengan ukuran kecil dari fleksibilitas internal. Kami menyebut satu per satu semua desain yang mungkin, yang mempunyai kemiripan dengan kubah-kubah geodesik yang dirancang oleh arsitek R. Buckminster Fuller. Namun, kubah-kubah Fuller harus dirakit mengikuti isyarat yang cukup rumit, sedangkan desain dari rangka virus memungkinkan untuk membangun dirinya sendiri."

Deskripsi Klug sekali lagi mengungkapkan kebenaran yang nyata.
Ada perencanaan yang peka dan struktur yang tepat bahkan dalam virus, yang dianggap oleh para ilmuwan sebagai "salah satu makhluk hidup paling sederhana dan terkecil."
Struktur ini jauh lebih berhasil dan unggul daripada Buckminster Fuller, salah satu arsitek dunia yang paling terkemuka.

Dodecahedron dan icosahedron juga muncul dalam kerangka silika dari radiolaria, organisme bahari bersel satu.

Struktur ini didasarkan pada dua bentuk geometris, menyerupai dodecahedron biasa dengan struktur kaki menonjol dari setiap sudut dan aneka macam bentuk di permukaannya, membentuk badan indah radiolaria yang bervariasi.

Rasio Emas di Serpihan salju
 Rasio emas juga terlhat pada struktur kristal.
Sebagian besar dalam struktur ini terlalu kecil sekali untuk dilihat dengan mata telanjang.
Namun Anda sanggup melihat rasio emas di kepingan salju.
Variasi aneka macam panjang dan pendek dan tonjolan yang terdiri dari kepingan salju, semua menghasilkan rasio emas.

Rasio Emas dalam Fisika

Anda sanggup menjumpai urutan Fibonacci dan rasio emas di bidang-bidang yang termasuk dalam lingkup fisika.
Ketika cahaya menghipnotis lebih dari dua lapisan beling yang bersebelahan, salah satu bab dari cahaya melewati satu bab yang diserap, dan sisanya dipantulkan. Sehingga yang terjadi yakni "pantulan berkali-kali." Jumlah jalur yang diambil oleh sinar di dalam gelas, sebelum muncul kembali, tergantung pada jumlah pantulan yang dikenakan. Sebagai kesimpulan, ketika kita memilih jumlah sinar yang kembali muncul, kita akan menemukan hal ini sesuai dengan angka Fibonacci.

Rasio Emas yakni Ciptaan Tuhan

Fakta bahwa banyak sekali kehidupan atau struktur-struktur mati di alam yang tidak saling berhubungan, namun dibuat sesuai dengan rumus matematika tertentu, yakni salah satu bukti paling terang bahwa semua ini telah diciptakan secara khusus.

Rasio emas yakni aturan estetika yang dikenal dan diterapkan oleh seniman.
Karya seni yang didasarkan pada rasio merupakan kesempurnaan estetika.
Tumbuhan, galaksi, mikroorganisme, kristal dan makhluk hidup diciptakan sesuai dengan aturan ini yang ditiru oleh seniman merupakan referensi karya seni unggul Allah.
Allah mengungkapkan dalam Al Qur'an bahwa Dia telah membuat segala sesuatu dengan ukuran.
Beberapa ayat ini berbunyi:

    ... Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Surat at-Talaq, 3)
    ... Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (Surat ar-Ra'd, 8)



Sumber :
http://harunyahya.com

Belum ada Komentar untuk "Rasio Emas, Rumus Terhebat Yang Pernah Ada"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel