Pelajaran Penting Dari Ajal Mendadak Ricky Jo

Ricky Jo (Foto: twitter)

Lagi-lagi Indonesia dikejutkan dengan meninggalnya publik figur lantaran serangan jantung di usia yang relatif muda, kematian mendadak Ricky Jo di usia 45 tahun. Kematiannya memang mendadak, namun bila dipelajari lebih dalam, proses serangan jantung tidaklah terjadi secara tiba-tiba.

Presenter olahraga Ricky Jo tutup usia di umur yang relatif muda, 45 tahun. Kematian ayah 2 putri ini diduga lantaran sakit jantung. Serangan jantung memang terjadi secara tiba-tiba, walau proses yang terjadi niscaya tidak tiba-tiba.

"Serangan jantung terjadi tiba-tiba walau kita tahu bahwa proses yang terjadi niscaya tidak tiba-tiba. Ada proses aterosklerosis pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah dan terakhir sumbatan," terperinci Dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Praktisi klinis dari FKUI-RSCM, dalam rilis yang diterima detikHealth, Sabtu (23/3/2013).

Dr Ari menjelaskan kalau sumbatan terjadi pada pembuluh darah yang memperdarahi otot jantung, tentu akan menciptakan otot jantung yang terkena sumbatan tersebut menjadi kekurangan oksigen bahkan hingga menjadikan kematian jaringan otot yang terkena.

"Selalu ada pesan yang tersirat meninggalnya seorang sahabat, teman atau seseorang yang kebetulan kita kenal. Saya coba mengintip @Rick_Jo, ternyata ada 3 hal utama yang menciptakan hatinya bingung 2 hari sebelum kepergian beliau," lanjut Dr Ari.

Ricky Jo sempat memberikan 'ocehannya' melalui twitter, antara lain miris terhadap kondisi yang ada ketika ini, di mana orang saling menyalahkan dan merasa benar dan melupakan jati diri sebagai bangsa yang bermartabat.

Ricky juga memberikan kekecewaan terhadap kemacetan Jakarta, apalagi sebagai seorang selebritis membutuhkan 'tepat waktu' untuk hingga di tempat kiprah atau pekerjaan.

Terakhir, laki-laki kelahiran 25 September 1967 ini juga merasa kehilangan ayah yang dicintainya, yang meninggal 1 bulan yang lalu. Perlu diketahui, kehilangan orang yang dicintai merupakan stres sendiri yang adakala tidak disadari.

"Bisa saja ketiga stressor ini yang mencetuskan terjadinya serangan jantung pada beliau," papar Dr Ari.

Penyakit jantung koroner yang diduga menjadi penyebab meninggalnya almarhum, sanggup muncul dengan tanda-tanda berupa nyeri dada. Biasanya nyeri menjalar ke tangan kiri dan tembus ke belakang dada.

Nyeri dada akan terasa ibarat ditekan dan berlangsung lebih dari 10 menit. Nyeri dada sendiri juga tidak selalu disebabkan oleh sakit jantung. Selain nyeri dada, pasien sanggup mengalami sesak napas. Sesak napas akan bertambah kalau naik tangga atau latihan yang keras atau lantaran stres.

"Di selesai hidup almarhum Ricky Jo, sesak napas merupakan tanda-tanda utama dia sebelum menghembuskan napas terakhir. Walau kita tahu sesak napas tidak selalu dari jantung, sanggup juga berasal dari organ lain," terperinci Dr Ari.

Menurut Dr Ari, nyeri dada ternyata bukan saja milik penyakit jantung. Nyeri di pecahan dada sanggup disebabkan lantaran gangguan terusan cerna atas ialah kerongkongan penyakitnya kita sebut GERD (gastroesofageal reflux disease). Pasien dengan GERD sanggup tiba lantaran nyeri dada dan sanggup mencicipi rasa panas di dada ibarat terbakar (heart burn). Biasanya nyeri dada ini diikuti juga dengan verbal pahit lantaran ada asam yang naik.

Serangan jantung sendiri ternyata tidak selalu berawal dari nyeri dada atau sesak napas, lantaran nyeri ulu hati sanggup merupakan tanda-tanda awal dari suatu serangan jantung. Ini sanggup saja terjadi kalau penyempitan pembuluh darah koroner yang mensuplai pecahan bawah otot jantung yang lokasinya lebih akrab tempat ulu hati.

Serangan jantung terjadi melalui proses panjang, lantaran itu harus dikenali beberapa faktor risiko dari penyakit jantung koroner, antara lain umur di atas 40 tahun, obesitas, merokok, hipertensi, hiperkolesterol, hipertrigliserida, diabetes melitus, riwayat keluarga dengan sakit jantung, kurang olahraga rutin dan stres.

"Kita tahu juga bahwa dari faktor risiko jantung koroner tersebut ada yang kita sanggup cegah biar kita terhindar dari serangan jantung," tambah Dr Ari.

Dr Ari berpesan, cegah penyakit jantung dengan mengurangi faktor risiko ialah kontrol berat badan, kontrol tekanan darah, kontrol kadar gula darah kalau menderita diabetes, kontrol kadar kolesterol, kurangi makanan yang berlemak, banyak makan buah dan sayur-sayuran, stop rokok dan alkohol, serta tentunya olahraga teratur. Hindari stres dan selalu mencar ilmu untuk sanggup mengendalikan diri.

Selain itu, jangan lupa check up rutin bagi laki-laki di atas umur 40 tahun. Pemeriksaan treadmill merupakan salah satu skrining yang sanggup mengidentifikasi adanya permasalahan pada jantung.

Pada waktu investigasi treadmill, seseorang akan melaksanakan acara jalan dan secara sedikit demi sedikit berlari, di mana aktifitas jantung akan direkam dengan EKG dan tentu dipantau tekanan darah, dan keluhan lain yang muncul selama kegiatan treadmill tersebut.

Melalui investigasi ini, adanya kelainan jantung sanggup diidentifikasi lebih awal. Apalagi bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko ibarat yang disebutkan di atas.

"Pencegahan lebih baik dari pada mengobati, kita tentu berharap bahwa kita selalu dalam keadaan sehat dalam menjalani sisa hidup yang ada," tutup Dr Ari

Selamat jalan Ricky Jo...

Sumber: http://health.detik.com/read/2013/03/23/110320/2201789/763/pelajaran-penting-dari-kematian-mendadak-ricky-jo

Belum ada Komentar untuk "Pelajaran Penting Dari Ajal Mendadak Ricky Jo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel