Mengenai Islam?

Sudahkah mitra (yang beragama islam) tau apa itu islam? belum tentu semua muslim di negri kita yang menganutnya tahu. alasannya yaitu saya yakin itu. untuk itu kenalilah Islam dari semenjak dini. :)
Islam yaitu risalah Allah SWT. yang terakhir bagi manusia, oleh alasannya yaitu itu Islam yaitu agama terakhir yang diturunkan Allah SWT. kepada Nabi-Nya yang terakhir yaitu Sayidina Muhammad Saw.. Dan juga sebenarnya Nabi Muhammad Saw. yaitu membawa risalah Allah SWT. yang universal dan sebagai pembuka untuk semua alam. Setiap Nabi tiba dengan risalah dari Allah SWT. untuk kaumnya masing-masing, sedangkan Nabi Muhammad Saw. dengan Islam sebagai risalah Allah SWT. yang terakhir untuk semua insan bahkan jin. Allah SWT. berfirman: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."( QS. Al-Anbiya': 107), Allah SWT. berfirman: "Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat insan seluruhnya sebagai pembawa isu besar hati dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan insan tiada mengetahui." (QS. Saba': 28), dan Allah SWT. berfirman: "Katakanlah: "Hai insan sebenarnya saya yaitu utusan Allah kepadamu semua" (QS. Al-A'raf: 158) Dan juga Nabi Muhammad Saw. telah mengkabarkan kepada kita bahwa sebenarnya Allah SWT. telah mengkhususkan Nabi Muhammad Saw. dengan amanat ibarat ini, maka Nabi Muhammad Saw bersabda: "Nabi yang dahulu diutus untuk kaum yang khusus, sedangkan saya diutus untuk insan seluruhnya" (HR. Bukhari Muslim)



Islam yaitu agama yang mudah, tidak sukar dan tidak sempit, Allah SWT. berfirman: "Dan Dia sekali-kali tidak mengakibatkan untuk kau dalam agama suatu kesempitan." (QS. Al-Hajj: 78) Allah SWT. juga berfirman: "Allah menghendaki akomodasi bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah: 185) dan asas Allah SWT. kepada agama ini secara dzahir ada lima rukun yaitu: Dua Syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji ke baitullah. dan di dalam doktrin kita yaitu rukun iman, ada enam rukun yaitu: Iman kepada Allah SWT., Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Kitab-Kitab-Nya, hari kiamat, dan ketetapan yang baik dan buruk. Kemudian keimanan dibagi kedalam rincian-rincian yang banyak, yaitu beberapa perintah dan larangan di dalam Syariat Islamiyah yang telah menghubungkan dalam jumlahnya kepada sebuah kejelasan, dan tujuh puluh cabang ibarat yang dikabarkan oleh orang yang percaya dan dipercaya.



Sebuah Hadits Jibril as. yang menjelaskan rukun Islam dan Iman, diriwayatkan oleh tuan kita 'Umar ra. Berkata: Suatu saat kami sedang berada di sebuah majlis bersama Rasulullah Saw. saat itu muncul seoarang pria yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, tidak terlihat kepadanya bekas perjalanan yang jauh, dan satupun dari kita tidak mengenalnya, kemudian beliau duduk dihadapan Nabi Saw, kemudian orang itu menyenderkan lututnya kepada lutut Nabi Saw., dan meletakan telapak tangannya di atas paha Nabi Saw., dan berkata: "Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku wacana Islam".



Maka Rasulullah Saw. bersabda: "Islam yaitu kau bersaksi bahwa tiada ada Tuhan selain Allah dan sebenarnya Muhammad yaitu utusan Allah, mendirikan shalat, menunjukkan zakat, puasa di bualan Ramadhan, dan haji ke baitullah kalau kau bisa menjalankannya.". Orang itu berkata: "Kamu benar". 'Umar berkata: "Maka kami terkejut kepadanya, beliau bertanya dan membenarkannya. Kemudian orang pria itu bertanya lagi: "Lalu kabarkan lah kepadaku wacana iman". Nabi menjawab: "Kamu percaya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir baik dan buruk". Dia berkata: "Kamu benar". Kemudian bertanya lagi: "Lalu kabarkanlah kepadaku wacana Ihsan". Nabi menjawab: "Kamu menyembah Allah ibarat kau melihat-Nya tetapi kalau belum sanggup melihat-Nya maka sebenarnya Beliau melihatmu". Lalu beliau bertanya lagi: kabarkanlah kepadaku wacana hari kiamat. Nabi menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya". Lalu beliau bertanya lagi: Kabarkanlah kepadku wacana kesepakatan hari kiamat. Nabi menjawab: "Ketika pembantu melahirkan anak, kau melihat para pemimpin tanpa bantalan kaki sehingga ketergantungan dengan orang lain dan bangunan-bangunan semakin tinggi". Berkata 'Umar: "Kemudian orang pria itu keluar maka saya timbul pertanyaan dalam hatiku, kemudian Nabi bersabda kepadaku: "Wahai 'Umar apakah kau mengetahui siapa orang yang bertanya itu". Aku berkata: "Allah dan Rasul lebih mengetahui". Rasul berkata: "Sesungguhnya beliau yaitu Jibril, beliau tiba untuk memberi pengetahuan wacana agama kalian" (HR. Muslim: juz 1 hal. 37) Dan Nabi Saw. mengkabarkan tantang cabang iman, kemudian Nabi berkata: "Sebuah kejelasan bahwa tujuh puluh cabang doktrin dan sifat aib yaitu sebagian cabang iman" (HR. Bukhari: juz 1 hal. 63)



Adapun dengan penamaan Islam dengan kata Islam: sebenarnya Islam adaah agama yang selamat dan diselamatkan oleh Allah Tuhan semesta alam, maka Islam yaitu agama yang mengajak Muslim untuk berpasrah kepada Allah yang satu dan melepaskan dari segala sesuatu yang selainnya dari Tuhan-Tuhan, patung-patung hingga segala sesuatu yang mengakibatkan insan musyrik bersama Tuhannya, alasannya yaitu sebenarnya beliau mengikuti hawa nafsunya, Allah berfirman: "Terangkanlah kepadaku wacana orang yang mengakibatkan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kau sanggup menjadi pemelihara atasnya?" (QS. Al-Furqan: 43), sama juga mengajak Muslim kepada keselamatan hanya untuk diri sendiri, padahal bersama adanya keluasan Allah, dalam persoalan ini Nabi Saw. bersabda: "Seorang Muslim sebagian dari keselamatan Muslim-Muslim yang lainnya dari lisannya dan tangannya" (HR. Bukhari Muslim: juz 1 hal. 13)



Islam yaitu agama yang diridhai oleh Allah, Allah lah yang menamakan Islam dengan kata ini dan meridhainya alasannya yaitu sebenarnya Beliau yaitu Tuhan semesta alam, Allah SWT. berfirman: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kau agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Ma'idah: 3). Allah SWT. juga berfirman: "(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kau sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, agar Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kau semua menjadi saksi atas segenap manusia." (QS. Al-Hajj: 78), Allah menamakan Muslim kepada orang Islam, alasannya yaitu kekhususan-kekhususan dari umat yang terakhir ini. Umat yang mempunyai agama yang terakhir, Nabi Saw. yang terakhir. Sesungguhnya orang yahudi menamakan dirinya sendiri yang sebagai binaan dakwahnya Nabi Musa as., Allah SWT. bercerita dalam firman-Nya: "Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku mencakup segala sesuatu."" (QS. Al-'Araf: 156). Begitu juga orang-orang Katolik menamakan dirinya sendiri, Allah SWT. berfirman: "Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya." (QS. Al-'Araf: 156). Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam dikarenakan telah mengkhususkan dan melebihkan kita atas semua ciptaannya yang sempurna.



Dan kita mengharapkan dengan balasan ini kita sanggup mengetahui wacana kedudukan Islam antara risalah-risalah yang terdahulu, juga kita mengerti wacana agama kita secara keseluruhan, bagaimana dinamakan dengan kata Islam dan penemaan pengikut Islam yaitu Muslim. Shalawat serta salamnya Allah atas Nabi kita, keluarganya, dan para sahabatnya, dan Allah SWT. yang paling tinggi dan paling mengetahui.

Belum ada Komentar untuk "Mengenai Islam?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel