Keajaiban Tidur Siang Untuk Pemulihan Kegiatan Malam Hari


Oleh : Dokter Hanny Rono

Tidur siang sanggup ditemukan dalam lintas budaya, di Arab mengenalnya sebagai “Qailulah”, Spanyol dikenal dengan “Siesta”, India “Sustana”, Bangladesh “Bhat-Ghum”, Jerman “Mittagsruhe”, Inggris “Power Nap”, Cina “Wujiao”, dan sedangkan di Italia dikenal dengan “Riposo”.

Banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat dari tidur siang ini, mulai dari mendongkrak daya ingat sampai menjaga kesehatan. Mungkin di kalangan muslim mengetahui kebiasaan para ulama populer yang terbiasa Qailulah sebagai sebuah nutrisi persiapan untuk ibadah di sepertiga malam akhir.

Keterkaitan antara tidur siang dengan kegiatan di malam hari telah diungkapkan melalui penelitian Brice Faraut dari Université Paris Descartes-Sorbonne Paris Cité melalui rilis jurnal ilmiahnya Januari 2015 kemudian (http://goo.gl/r0TZGf).

Dalam penelitiannya, selama tiga hari berturut-turut, subjek responden diminta untuk tidur hanya dua jam di malam harinya sebagai presentasi dari pengamatan kurang tidur di malam hari. Dari hasil investigasi laboratorium pada urin dan air liur responden, diketahui terjadi peningkatan 2,5 kali lipat jumlah Norepinephrine dan penurunan kadar pada Interleukin-6.

Norepinephrine yaitu suatu hormon yang terkait dengan penanganan stres pada tubuh. Konsekuensi meningkatnya hormon Norepinephrine akan meningkatkan pula detak jantung, tekanan darah, dan gula darah, yang berarti lebih membuka peluang untuk penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dll. Sedangkan Interleukin-6 yaitu sebuah protein dengan fitur antiviral yang berfungsi sebagai sistem imun bagi tubuh.

Kemudian saat subjek responden diminta untuk tidur 30 menit di siang harinya, hasil pemantauan menawarkan kadar Norepinephrine dan Interleukin-6 kembali pada tingkat normal yang aman.

Dari temuan penelitian ini barulah diketahui bahwa fungsi tidur siang yaitu untuk menormalkan kembali kinerja badan berikut sistem imunitasnya yang sempat naik turun saat di malam hari sebelumnya badan kita didorong untuk begadang di malam hari.

Inilah kiranya salah satu klarifikasi mengapa Rasulullah saw yang rajin beribadah malam sangat menganjurkan pada umatnya untuk Qailulah alias tidur siang, yaitu sebagai normalisasi badan sesudah beribadah pada malam sebelumnya, dan sebagai “pembekalan” untuk beribadah di malam selanjutnya.

Uniknya proposal Qailulah dilakukan sesudah bada Dzuhur yang hampir menyerupai dengan proposal umum dari medis tidur siang yang paling baik yaitu mulai jam 1 siang sebagaimana keterangan dari National Sleep Foundation (NSF) yang menyebutkan periode tidur dalam siklus jam biologis manusia, circadian rythm, pada siang hari berkisar antara 1pm-3pm (http://goo.gl/fmdzUH).

Tak hanya itu saja, tim peneliti adonan dari University of Sheffield dan Ruhr University Bochum telah menemukan dalam penelitiannya (http://goo.gl/hyOZK1) terhadap 216 bayi berumur 6-12 bulan, bahwa tidur siang selama 30 menit telah membantu bayi dalam memahami dan mengingat perilaku-perilaku baru, bahkan diketahui tidur yaitu waktu terbaik bagi bayi untuk berguru perihal dunia yang dihadapinya.

Lebih lanjut bagaimana Rasulullah saw mengajarkan amalan tidur siang sanggup disimak pada artikel dr. Raehanul Bahraen di http://goo.gl/ootMGa

Lampiran gambar-gambar berikut berupa infografik seputar fakta perihal tidur siang (image source: dailyinfographic.com)

Sumber:
Brice Faraut et al. - “Napping Reverses the Salivary Interleukin-6 and Urinary Norepinephrine Changes Induced by Sleep Restriction” - http://goo.gl/r0TZGf
Sabine Seehagen et al. - “Timely sleep facilitates declarative memory consolidation in infants” - http://goo.gl/hyOZK1
Raehanul Bahraen - “Tidur/Istirahat Siang (Qailulah): Sehat Dan Sunnah” - http://goo.gl/ootMGa
National Sleep Foundation - "Sleep Drive and Your Body Clock" - http://goo.gl/fmdzUH

Belum ada Komentar untuk "Keajaiban Tidur Siang Untuk Pemulihan Kegiatan Malam Hari"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel