Keajaiban Mata Yang Buta Dapat Mengembalikan Penglihatan Dari Dirinya Sendiri


Oleh : Dr Hanny Rono

“Maha Suci Tuhan yang telah membuat pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” [QS. Yaasiin 36]

Lingkup kata Azwaja (berpasangan) dalam ayat tersebut berlaku untuk semua mahluk ciptaan-Nya, sanggup bersifat saling mendukung komplementari ataupun berlawanan. Dalam sain medis, ayat ini bekerjsama punya keterkaitan bersahabat dengan hadits-hadits yang menegaskan bahwa setiap penyakit itu ada obatnya (kecuali tua) sekaligus ayat ini telah memberi ide di mana kita bisa mencari “obatnya” ternyata tidak jauh dari sumbernya. Wallahu’alam...

Sejak inovasi kapabilitas Stem Cell (sel induk/sel punca) oleh John B. Gurdon dan Shinya Yamanaka tahun 2012 silam, sain medis mulai memanfaatkan sel induk ini untuk perbaikan atau penyembuhan organ-organ yang rusak atau malfungsi.

Tahun 2012, Ílida Ortega Asencio bersama tim peneliti dari University of Sheffield berhasil merakit sebuah media berupa cincin piringan yang berisi deposit stem cell untuk direkatkan pada kornea mata yang rusak. Seiring dengan sifat yang gampang melebur dari cincin tersebut, deposit stem cell diperlukan akan berkembang biak menggantikan sel-sel pada kornea yang rusak untuk membantu mengembalikan penglihatan (http://goo.gl/MDcM89).

Tahun 2013, Brittany Fraser bersama tim peneliti dari University of Alberta (http://goo.gl/9CwvC8) menemukan potensi stem cell ikan tropis Zebra punya kemampuan meregenerasi dirinya sendiri sel-sel photoreceptor penglihatannya. Temuan ini membuka peluang untuk meregenerasi retina mata kita yang rusak dengan merangsang stem cell dalam retina untuk memperbaiki dengan mandiri.

Tahun 2014, Xiaoli Chen bersama tim peneliti dari University of Southampton (diikuti pada tahun yang sama oleh Sayan Basu dari University of Pittsburgh Schools of the Health Sciences) pada jurnal ilmiahnya (http://goo.gl/o1QnHb) berhasil membiakkan stem cell secara in vitro (laboratorium) yang diambil dari corneal limbus pada penderita buta permanen. Temuan Chen ini mengawali perjuangan pengembalian penglihatan bersumber pada mata yang buta itu sendiri. Mereka berhasil mengembangbiakkan dan mengarahkan stem cell dari penderita untuk bertransformasi menjadi sel-sel yang sanggup menggantikan sel-sel yang rusak pada kornea mata.

Keuntungan besar mengambil sumber stem cell dari organ mata penderita buta permanen itu sendiri yaitu sanggup meminimalisir kemungkinan penolakan dan komplikasi sebagaimana yang ditemui dalam operasi cangkok organ alasannya yaitu sumber stem cell yaitu dari penderita itu sendiri.

Penelitian-penelitian stem cells dalam rangka perbaikan dan pengembalian penglihatan tersebut telah memperkuat firman Allah SWT bahwasannya setiap penyakit itu ada obatnya dan sanggup ditemukan tidak jauh dari sumber penyakit itu sendiri. Wallahu’alam bishowab

Sumber:
Ílida Ortega et al. - "Combined microfabrication and electrospinning to produce 3-D architectures for corneal repair” - http://goo.gl/MDcM89
Brittany Fraser et al. - "Regeneration of Cone Photoreceptors when Cell Ablation Is Primarily Restricted to a Particular Cone Subtype” - http://goo.gl/9CwvC8
Xiaoli Chen et al. - "Adult Limbal Neurosphere Cells: A Potential Autologous Cell Resource for Retinal Cell Generation” - http://goo.gl/o1QnHb
Sayan Basu et al. - "Human limbal biopsy-derived stromal stem cells prevent corneal scarring” - http://goo.gl/MncHbu
Image courtesy of GovEd Communications

Belum ada Komentar untuk "Keajaiban Mata Yang Buta Dapat Mengembalikan Penglihatan Dari Dirinya Sendiri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel