Energi Absurd Penyembuh Dalam Qur’An Antara Sain Dan Keyakinan


Oleh Muhammad Nuh

82. Dan Kami turunkan dari Al Alquran suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.  

        (Al Israak 82)

Ada banyak pasien yang sembuh setiap hari lantaran membaca al-Qur’an.

Kita tidak sanggup menolaknya, lantaran kesembuhan itu benar-benar terjadi. Ini juga terjadi pada diri saya dikala membaca ayat-ayat tertentu untuk penyakit tertentu, dan penyakit tersebut pun sembuh!

Setelah melaksanakan riset, maka salah satu hasil terpenting dari riset yang berlangsung selama beberapa tahun ini adalah: Dalam setiap ayat al-Qur’an Allah meletakkan daya penyembuh untuk penyakit tertentu apabila ayat-ayat ini dibaca dengan bilangan (pengulangan) tertentu.

Pada dasarnya, ketika kita mengamati alam di sekitar kita, maka kita menyadari bahwa setiap satuan atom itu bergetar dalam frekuensi tertentu, apakah atom itu ialah potongan dari metal, air, sel, atau apapun. Ini ialah fakta ilmiah.

Struktur dasar alam semesta ini ialah atom, dan struktur dasar badan kita ialah sel. Setiap sel terbuat dari jutaan atom, dan setiap atom terbentuk dari nukleus positif dan elektron negatif yang mengelilinginya. Karena rotasi ini, medan elektromagnetik dihasilkan, sama menyerupai medan-medan yang dihasilkan oleh suatu mesin.
Gambar 1 : Atom merupakan struktur dasar pada alam semesta dan juga pada badan kita. Ia bergetar secara konstan, dan itu berarti setiap benda itu bergetar dengan sistem yang seksama. Sel-sel juga bergetar dengan sistem yang seksama, dan setiap getaran di sekitar kita memengaruhi sel-sel kita.
Rahasia yang membuat otak ini berpikir ialah sebuah jadwal akurat di dalam sel-sel otak kita.



Program ini berada di setiap sel yang melaksanakan pekerjaannya secara seksama. Penyimpangan terkecil pada pekerjaannya sanggup menimbulkan ketidak-seimbangan dan kekacauan pada sebagian organ tubuh. Terapi terbaik terhadap ketidak-seimbangan ini ialah merestorasi keseimbangan kepada tubuh. Para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel badan itu terpengaruh oleh majemuk gelombang menyerupai gelombang sinar, gelombang radio, gelombang suara, dan lain-lain. Tetapi, bunyi apa?
Gambar 2: Masing-masing sel di badan kita bergetar dengan sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun pada getaran itu akan menimbulkan sakit pada sebagian organ tubuh. Itulah kenapa sel-sel yang rusak itu harus digetarkan untuk mengembalikan keseimbangan padanya.

Kita tahu bahwa bunyi itu terbentuk dari gelombang atau getaran yang bergerak di udara dengan kecepatan 340 m/detik. Setiap bunyi mempunyai frekuensi sendiri, dan insan sanggup mendengar bunyi dengan frekuensi antara 20/detik hingga 20.000/detik.

Gelombang-gelombang tersebut menyebar di udara kemudian ditangkap telinga, kemudian ia bermetamorfosis sinyal-sinyal elektrik, dan bergerak melalui syaraf bunyi menuju acoustic bark di dalam otak. Sel-sel tersebut mengikuti keadaan dengan gelombang, kemudian gelombang tersebut bergerak ke aneka macam potongan otak, khususnya potongan depan. Semua organ itu bekerja secara bersama sesuai seirama dengan sinyal-sinyal tersebut, dan menerjemahkannya ke dalam bahasa yang dipahami manusia. Lalu, otak menganalisa sinyal-sinyal itu dan memperlihatkan perintahnya kepada aneka macam organ badan untuk menyesuaikan dengan sinyal-sinyal tersebut.
Suara terdiri dari getaran-getaran mekanik yang hingga ke indera pendengaran kemudian ke sel-sel otak yang menyesuaikan dengan getaran-getaran tersebut, dan mengubah getarannya sendiri. Itulah mengapa bunyi itu dianggap sebagai energi obat yang efektif, tergantung pada sifat bunyi itu dan frekuensinya. Kita menemukan energi penyembuh di dalam al-Qur’an lantaran ia merupakan Kitab Allah.

Dari sinilah muncul terapi suara: Suara ialah getaran, dan sel-sel badan itu selalu bergetar, kemudian bunyi memengaruhi sel-sel tersebut. Inilah yang ditemukan para peneliti akhir-akhir ini. Di final periode 21 di Washington University, para ilmuwan menemukan bahwa kerja sel otak bukan hanya mentransfer informasi. Masing-masing sel ialah komputer kecil yang bekerja untuk mengumpulkan informasi, memprosesnya, dan memperlihatkan perintah secara konstan. Ellen Covey, peneliti pada Washington University, mengatakan, ‘Untuk pertama kalinya kita menyadari bahwa otak tidak bekerja layaknya satu komputer besar, melainkan berisi sekian banyak komputer yang bekerja secara kooperatif. Ada komputer kecil dalam setiap sel, dan komputer-komputer tersebut sanggup termakan oleh getaran di sekitarnya, khususnya suara.
Gambar 3 : Berbagai eksperimen memperlihatkan bahwa di dalam tiap-tiap sel dalam otak terdapat komputer supermini di mana Allah menginstal jadwal akurat yang mengatur sel dan mengontrol kerjanya. Eksperimen juga memperlihatkan bahwa bunyi sanggup memengaruhi sel. Ini ialah gambar sel yang terpengaruh oleh suara, dan medan elektromagnetik terbentuk di sekitarnya.

Jadi, sanggup kami katakan bahwa sel-sel tiap organ badan itu bergetar dalam frekuensi tertentu, dan membentuk sistem yang kompleks dan koordinatif, yang sanggup terpengaruh oleh bunyi di sekitarnya. Penyakit yang menjangkiti suatu organ badan itu sanggup menimbulkan perubahan pada getaran sel-sel organ tersebut, dan pada kelanjutannya membuatnya menyimpang dari sistem badan secara umum. Itulah mengapa ketika badan dihadapkan pada bunyi tertentu, maka bunyi itu memengaruhi getaran sistem tubuh, khususnya pada organ yang tidak normal. Organ ini akan merespon bunyi tertentu untuk mengembalikan sistem getarannya yang orisinal, atau dengan kata lain, mengembalikan kondisi kesehatannya. Para ilmuwan menemukan hasil-hasil tersebut belakang ini.

Kronologi Terapi Suara:

Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, membuat eksperimen-eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia, dan ia membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran merupakan indera yang paling penting! Ia menemukan bahwa pendengaran mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya, keseimbangan, dan koordinasi gerakan-gerakannya. Ia juga menemukan bahwa indera pendengaran mengontrol sistem syaraf!

Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh, dan ini ialah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara. Telinga potongan dalam terhubung dengan seluruh organ badan menyerupai jantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapa frekuensi-frekuensi bunyi itu memengaruhi seluruh tubuh.

Pada tahun 1960, ilmuwan Swiss yang berjulukan Hans Jenny menemukan bahwa bunyi sanggup memengaruhi aneka macam Artikelal dan membentuk partikular-partikularnya, dan bahwa masing-masing sel badan itu mempunyai suaranya sendiri, sanggup terpengaruh oleh suara, dan menyusun ulang Artikelal di dalamnya. Pada tahun 1974, peneliti Fabien Maman dan Sternheimer mengumumkan inovasi mengejutkan.

Mereka menemukan bahwa setiap organ badan itu mempunyai sistem vibrasinya sendiri, sesuai dengan aturan fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien dan Grimal serta peneliti lain mengungkapkan bahwa bunyi sanggup memengaruhi sel-sel, khususnya sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu mempunyai imbas yang lebih kuat. Hal absurd yang ditemukan dua peneliti itu ialah bahwa bunyi yang mempunyai imbas paling kuat pada sel-sel badan ialah bunyi insan itu sendiri!
Gambar 4 : bunyi bergerak dari indera pendengaran ke otak dan memengaruhi sel-sel otak. Akhir-akhir ini para ilmuwan menemukan bahwa bunyi mempunyai daya penyembuh yang absurd dan afek mengagumkan terhadap sel-sel otak, dimana ia bekerja untuk mengembalikan keseimbangan ke seluruh tubuh! Bacaan al-Qur’an mempunyai imbas luar biasa terhadap sel-sel dan sanggup mengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh, dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnya sistem kekebalan tubuh.

Fabian, seorang peneliti sekaligus musisi, meletakkan sel-sel darah dari badan yang sehat dan menghadapkannya pada aneka macam macam suara. Ia menemukan bahwa setiap not skala musik sanggup memengaruhi medan elektromagnetik sel. Ketika ia memotret sel ini dengan kamera Kirlian, ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektromagnetik sel itu berubah sesuai dengan frekuensi-frekuensi bunyi dan tipe bunyi orang yang membaca. Kemudian ia membuat eksperimen lain dengan meletakkan darah orang sakit, memonitornya dengan kamera Kirlian, dan meminta pasien untuk membuat aneka macam macam suara. Ia menemukan, setelah memproses gambar, bahwa not tertentu sanggup menimbulkan perubahan pada medan elektromagnetiknya dan menggetarkannya secara seutuhnya dengan merespon bunyi pemiliknya.

Akhirnya ia menyimpulkan bahwa ada not-not tertentu yang sanggup memengaruhi sel-sel dan membuatnya lebih vital dan aktif, bahkan meregenerasinya. Ia menarik suatu hasil yang penting: bunyi insan mempunyai efek yang kuat dan unik terhadap sel-sel tubuh; efek ini tidak ditemukan pada instrumen lain.

Peneliti ini menyatakan, ‘Suara insan mempunyai nada spiritual khusus yang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat.’ Fabien menemukan bahwa beberapa bunyi sanggup menghancurkan sel-sel kanker, dan pada waktu yang sama sanggup mengaktifkan sel-sel yang sehat.

Gambar 5  : Sel kanker hancur hanya dengan frekuensi-frekuensi suara! Itulah mengapa bacaan al-Qur’an mempunyai efek yang besar terhadap kanker yang paling berbahaya dan penyakit yang sangat akut!

Tetapi, apakah efek ini hanya terbatas pada sel-sel? Jelas bahwa bunyi sanggup memengaruhi segala sesuatu di sekitar kita. Inilah yang dibuktikan Masaru Emoto, ilmuwan Jepang, dalam eksperimennya terhadap air. Ia menemukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul air itu sangat terpengaruh oleh suara, dan ada suara-suara tertentu yang memengaruhi molekul dan membuatnya lebih teratur.

Apabila kita mengingat bahwa 70% badan insan itu ialah air, maka bunyi yang didengar insan itu memengaruhi keteraturan molekul-molekul air pada sel-sel tubuh, dan juga memengaruhi molekul-molekul itu bergetar, sehingga sanggup memengaruhi kesehatannya.

Para peneliti lain mengonfirmasi bahwa bunyi insan sanggup mengobati banyak macam penyakit termasuk kanker. Para terapis juga menyetujui bahwa ada suara-suara tertentu yang lebih efektif dan mempunyai kekuatan penyembuh, khususnya dalam meningkatkan sistem kekebatan tubuh.
Gambar 6 : bentuk molekul air berubah ketika dihadapkan pada suara. Jadi, bunyi itu kuat sangat besar terhadap air yang kita minum. Apabila Anda membacakan al-Qur’an pada air, maka karakteristiknya akan berubah dan air itu akan mentransfer efek-efek al-Qur’an itu kepada setiap sel dalam tubuh, sehingga mengakibatkannya sembuh. Dalam gambar kita melihat molekul air yang didinginkan. Medan elektromagnetik di sekitar molekul ini berubah secara kontinu disebabkan imbas suara.

Bagaimana al-Qur’an mengobati?

Sekarang, mari kita jawab pertanyaan penting: apa yang terjadi pada sel-sel badan dan bagaimana bunyi itu sanggup mengobati? Bagaimana bunyi ini kuat pada sel-sel yang rusak dan mengembalikan keseimbangannya? Dengan kata lain, bagaimana prosedur pengobatannya?

Para dokter selalu mencari jalan untuk menghancurkan beberapa virus. Apabila kita berbicara ihwal prosedur virus ini, apa yang membuatnya bergerak dan menemukan jalannya kepada sel? Siapa yang memberi virus itu gosip sehingga sanggup menyerang sel dan berkembang biak di dalamnya? Apa yang menggerakkan sel-sel untuk menyerang virus biar menghancurkannya, sementara ia lemah terhadap virus lain?
Gambar 7 : Virus dan basil juga bergetar dan sangat terpengaruh oleh vibrasi suara, khususnya bunyi bacaan al-Qur’an. Suara al-Qur’an sanggup menghentikan mereka, dan pada waktu yang sama meningkatkan acara sel-sel sehat dan membangkitkan jadwal yang terkacaukan di dalamnya biar siap bertempur melawan virus dan kuman.

Bacaan al-Qur’an itu terdiri dari sekumpulan frekuensi yang hingga ke telinga, kemudian bergerak ke sel-sel otak, dan memengaruhinya melalui medan elektronik, kemudian frekuensi-frekuensi tersebut mengaktifkan sel-sel. Sel-sel akan merespon medan itu dan memodifikasi vibrasi-vibrasinya. Perubahan pada vibrasi inilah yang kita rasakan dan pahami setelah mengalami dan mengulangi.

Ini merupakan sistem alamiah yang diberikan Allah pada sel-sel otak. Ini merupakan sistem keseimbangan yang natural. Inilah yang difirmankan Allah kepada kita di dalam al-Qur’an al-Karim, ‘Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah membuat insan berdasarkan fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan insan tidak mengetahui.’ (ar-Rum: 30)

Gambar 8 : Gambaran riil sel darah yang dihadapkan pada bunyi sehingga medan elektromagnetik di sekitarnya berubah. Suara bacaan al-Qur’an membuat sel menjadi lebih kuat untuk melawan virus dan kerusakan akhir penyakit menular.
Ayat-Ayat Obat

Setiap ayat dalam al-Qur’an mempunyai daya penyembuh untuk penyakit tertentu. Tetapi yang ditekankan Rasulullah saw ialah beberapa surat dan ayat tertentu, menyerupai membaca al-Fatihah 7 kali, membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir surat surat al-Baqarah, dan tiga surat terakhir al-Qur’an.

Anda juga menentukan ayat-ayat yang sesuai untuk mengobati penyakit Anda. Sebagai contoh, kalau anda merasa gelisah, maka fokuskan pada bacaan surat asy-Syarh. Dan kalau Anda sakit kepala, maka bacalah ayat: ‘alau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, niscaya kau akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk insan supaya mereka berpikir.’ (al-Hasyr: 21)

Nabi saw membaca ta’awudz ratusan kali setiap hari. Beliau memohon kepada Allah untuk melindunginya dari aneka macam hal buruk, termasuk penyakit. Kita juga sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Falaq dan an-Nas setiap hari. Semoga Allah menjadikan al-Qur’an sebagai obat bagi kita dari setiap penyakit, lahir dan batin.

 (Sumber  http://www.eramuslim.com )

Belum ada Komentar untuk "Energi Absurd Penyembuh Dalam Qur’An Antara Sain Dan Keyakinan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel