Efek Domino Sanggup Merobohkan Gedung Tinggi 07 Apr 2016 /1 Comment

Dapatkah sebuah domino yang cukup kecil dan sanggup digenggam oleh tangan  Anda menyebabkan  Efek Domino Dapat Merobohkan Gedung Tinggi 07 Apr 2016 /1 Comment
Dapatkah sebuah domino yang cukup kecil dan sanggup digenggam oleh tangan Anda menyebabkan reaksi berantai yang sanggup menjatuhkan sesuatu sebesar menara setinggi 112 meter? Kedengarannya mungkin mustahil, tapi sebuah model matematika gres memperlihatkan secara teoritis hal itu mungkin.
Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Sebuah domino yang khas tingginya sekitar 2 inci, lebar 1 inci, dan tebal sekitar seperempat inci. Dimensi ini membentuk blok tipis yang hanya cukup stabil untuk berdiri tegak namun belum cukup stabil untuk jatuh dengan sedikit dorongan.
“Jika Anda menciptakan mereka terlalu tebal, contohnya kalau Anda mempunyai domino berbentuk kubus, mereka tidak akan pernah jatuh,” kata fisikawan Hans van Leeuwen dari Universitas Leiden di Belanda.
Setiap domino tegak juga penuh dengan energi potensial. Ketika domino pertama jatuh, gaya gravitasi mengubah energi potensial menjadi energi kinetik yang cukup untuk menggulingkan domino yang lebih besar dari dirinya sendiri. Domino yang lebih tinggi dan berat itu juga mempunyai energi potensial yang lebih besar, dan energi itu akan terus meningkat selama energi kinetik masing-masing domino yang jatuh sanggup mengatasi energi potensial tetangga mereka yang lebih besar.
Matematikawan secara tradisional mengasumsikan bahwa tidak ada domino yang sanggup menjatuhkan domino tetangga yang lebih besar dari 1,5 kali dirinya, atau “faktor pertumbuhan” nya 1,5. Tapi tidak ada model matematika yang menyeluruh. Jadi, saat tahun kemudian National Science Quiz TV Show, Belanda yang dijalankan oleh forum penyiaran publik VPRO, bertanya berapa banyak domino yang diperlukan untuk menggulingkan domino berukuran 112 meter atau setinggi Domtoren – menara gereja tertinggi di Belanda – – van Leeuwen mencoba untuk menghitungnya.
Jatuhnya domino sebetulnya sangat kompleks. Sebuah domino sanggup meluncur pada tetangganya sesudah bertabrakan, sehingga kehilangan beberapa energi alasannya yakni gesekan. Atau, kalau ada terlalu sedikit ukiran di dasar domino itu, bab bawahnya sanggup terpeleset dan domino akan kehilangan beberapa momentum ke depan nya. Persamaan van Leeuwen yang sederhana, menyingkirkan faktor-faktor tersebut dan berlaku dalam kondisi yang ideal.
Amplifikasi Energi
Dengan rasio yang lebih sederhana, efeknya sudah sangat mengesankan, menyerupai yang ditunjukkan dalam video dibawah oleh Stephen Morris dari Universitas Toronto. Morris menyusun 13 domino dengan faktor pertumbuhan 1,5. Dia mengklaim bahwa energi yang diperlukan untuk menumbangkan ujung pertama domino yang seukuran kuku, diperkuat dua miliar kali pada ujung simpulan reaksi berantai tersebut – saat 45 kg blok tumbang ke lantai. “Jika saya mempunyai 29 domino,” kata Morris, “domino terakhir akan setinggi Empire State Building.”

Ternyata, van Leeuwen mengatakan, bahwa domino yang ideal sanggup menjatuhkan domino yang dua kali lebih tinggi, dua kali lebih lebar, dan dua kali lebih tebal dari dirinya sendiri – faktor pertumbuhan sekitar 2 – asalkan domino-domino tersebut berongga. Itu berarti bahwa kalau diperlukan sekitar 20 domino yang solid dengan faktor pertumbuhan 1,5 untuk menjatuhkan domino berukuran Domtoren, maka dengan domino berongga hal tersebut sanggup dilakukan hanya dengan 12 langkah.
Tapi program kuis ilmu tersebut ingin memecahkan rekor, dan memakai temuan van Leeuwen mengenai faktor pertumbuhan domino untuk menggulingkan domino terbesar yang pernah dibentuk hanya dalam 10 langkah. Makara mereka menempatkan matematika van Leeuwen untuk menguji dan membangun serangkaian domino kayu berongga, dan yang terbesar dari mereka setinggi 26 kaki dan berat setengah ton.
Karena domino-domino tersebut bukan domino ideal model van Leeuwen, maka setiap domino tidak dibentuk berturut-turut dua kali lebih besar, alasannya yakni pastilah akan gagal. Sebaliknya mereka menciptakan setiap domino lima pertiga ukuran yang terakhir, atau dengan faktor pertumbuhan 1,67. Ketika mereka mencobanya, domino terakhir setinggi 26-kaki pun runtuh menyerupai yang mereka harapkan, semua itu diawali dengan menyentuh domino dengan ukuran normal.
Begitu menyenangkan melihat jatuhnya domino yang besar, kata van Leeuwen, namun merubuhkan sebuah menara pencakar langit yang sebetulnya tentu tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan metode ini, alasannya yakni akan membutuhkan domino yang padat bukan berongga, dan domino padat setinggi 112 meter akan mempunyai berat 80.000 ton. Tidak ada derek yang sanggup mengangkat benda seberat itu, katanya.
Model ini memperlihatkan balasan atas pertanyaan yang menyenangkan, berdasarkan fisikawan Michael Johnson dari University of Central Florida di Orlando, yang tidak terlibat dengan pekerjaan van Leeuwen itu.
Johnson menyampaikan bahwa pertanyaan-pertanyaan menyerupai ini membantu menginspirasi orang untuk menjadi jago matematika dan ilmuwan.
“Orang-orang yang berkecimpung dalam matematika atau sains ilmu harus selalu mempunyai rasa ingin tahu,” kata Johnson.

Belum ada Komentar untuk "Efek Domino Sanggup Merobohkan Gedung Tinggi 07 Apr 2016 /1 Comment"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel