Desain Canggih Jam Biologis Badan Kita


Dalam badan kita terdapat Circadian Rythm (Ritme Sirkadian) sebuah jam biologis yang bekerja secara berdikari dan siklusnya setiap 24 jam sekali, ia berperan mengatur kapan kita tidur dan bangun, kapan hormon-hormon diproduksi, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan periodik waktu biologis. Kaprikornus jikalau Ritme Sirkadian dalam badan kita mengalami gangguan atau kerusakan akan berdampak besar terhadap performa badan bahkan mungkin janjkematian kita.

Bagi kalangan muslim Ritme Sirkadian seharusnya bukanlah hal yang gres sebab Al-Quran telah banyak sekali menyinggungnya yang di antaranya termaktub dalam QS. al-An’aam 60:

“Dan Dialah yang menidurkan kau di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kau kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kau pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kau kembali, kemudian Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kau kerjakan.”

Ritme Sirkadian punya kemampuan untuk mengikuti keadaan otomatis menyetel ulang dirinya sendiri siklus 24 jamnya di kawasan gres saat kita bepergian ke lokasi yang berbeda zona waktu. Kaprikornus Jet Lag bisa dikatakan sebagai salah satu proses pembelajaran bagi Ritme Sirkadian dalam mengikuti keadaan dengan lingkungan yang baru.

Umumnya, aspek cahaya matahari menjadi input masukan utama untuk menyetel ulang Ritme Sirkadian dalam badan kita bilamana diperlukan. Bila cahaya tidak tersedia, terdapat aspek lain yang menjadi rujukan dalam setel ulang Ritme Sirkadian menyerupai temperatur suhu, asupan makanan, formulasi kimia tertentu, dan interaksi sosial.

Jadi Ritme Sirkadian badan kita sudah didesain dengan tepat bisa mengantisipasi aneka macam kemungkinan jikalau aspek cahaya matahari tidak tersedia, oleh sebab itu sekalipun mata kita buta hal itu tidak akan besar lengan berkuasa besar terhadap kemandirian siklus Ritme Sirkadian dalam badan kita.

Kemampuan pembiasaan Ritme Sirkadian inilah yang bisa menjelaskan bagaimana bisa suku Inuit (Eskimo) bisa hidup di kutub utara yang notabene matahari terbit dan terbenam setiap 1 tahun sekali di mana dalam siklus 24 jamnya terkadang siang atau malam terus-menerus menyerupai pada rekaman video di https://www.youtube.com/watch?v=ZZcafg-meJA.

Begitu pula jikalau kita berada di stasiun orbiter luar angkasa internasional ISS yang melaju dengan kecepatan 17.000 mil per jam di mana kita akan melihat matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit sekali yang berarti dalam 24 jam terjadi 16 kali matahari terbit dan terbenam. Sekalipun begitu para astronot tetap bisa mengikuti keadaan dengan kondisi tersebut sebab mereka sebagai insan telah dianugerahi Allah SWT berupa Ritme Sirkadian yang didesain dengan begitu sempurnanya.

Belum ada Komentar untuk "Desain Canggih Jam Biologis Badan Kita"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel