Dajjal Bukanlah Monster Namun Dia Yaitu Manusia


Oleh : Abu Akmal Mubarok


Orang Yang Berpendapat Dajal Adalah Kiasan Sistem/Ideologi Yahudi

Sepintas kemudian memang takwil ini cocok dengan redaksi hadits perihal Dajjal. Namun apa makna kiasan dari badan Dajjal yang gemuk dan berambut keriting? Apakah berarti Amerika itu gemuk hartanya alasannya yaitu menguasai perekonomian dunia? Lalu bagaimana dengan rambut keriting? Apakah berarti Presidennya Obama yang campuran  kulit gelap berambut  keriting? Maka sebagaimana kami sampaikan sebelumnya, orang tidak sanggup seenaknya mentakwilkan bahwa Dajjal bukanlah insan melainkan sebuah simbol atau kiasan terhadap sebuah sistem, melainkan ia juga harus menakwilkan seluruh keterangan lain mengenai Dajjal.

Jika kita tengok keterangan hadits mengenai sosok Dajjal, maka Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Dajjal menyerupai dengan orang yang hidup pada ketika itu yang berjulukan Abdul ‘Uzza bin Qathan atau Ibnul Qathan bin Khuza’ah (dari Bani Khuza’ah). Jika memang Dajjal bukan seorang insan melainkan sebuah sistem, ideologi atau organisasi belakang layar yahudi, maka apa takwil dari menyerupai Abdul ‘Uzza bin Qathan ini?

Ada yang menyampaikan bahwa Abdul ‘Uzza bin Qathan bin Amr Al- Khuza’i dia itu berasal dari kalangan Bani Musthaliq dari suku Khuza’ah. Ibunya berjulukan Halah binti Khuwailid. Ada yang menyampaikan Ibnu Qathan bukanlah sobat Rasululiah SAW alasannya yaitu dia telah meninggal pada zaman jahiliah. Namun ada pula yang menyampaikan ia yaitu sobat Rasulullah alasannya yaitu ia pernah berjumpa dengan Rasulullah SAW dan ia pemah bertanya sehubungan dengan hadits Dajjal itu kepada Nabi saw, “Apakah keserupaannya denganku itu membahayakan bagiku?” Lalu Nabi menjawab, “Tidak, engkau muslim sedang dia kafir” hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad  namun dikatakan dha’if alasannya yaitu ada riwayat Al-Mas’udi yang, yang dicampur dengan hadits lain. Periksa: Ta’liq Ahmad Syakir atas musnad Ahmad 15: 30-31; Al-lshobah Fi Tamyizish-Shahabah 4: 239, dan Fathul-Bari 6: 488 dan 13: 101).

Al-Albani berkata: “Hadits ini menawarkan Dajjal yaitu sosok manusia, mempunyai sifat menyerupai manusia. Rasulullah menyerupakan sosok Dajjal ini dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. Hadits ini yaitu satu dari sekian banyak dalil yang membatilkan takwil sebagian orang yang menyatakan Dajjal bukanlah sosok tapi simbol / kiasan orang Barat/ Eropa berikut kemegahan serta fitnahnya. (Yang benar) Dajjal yaitu manusia, fitnahnya lebih besar dari fitnah Eropa sebagaimana banyak diterangkan dalam banyak hadits.” (Ash-Shahihah, III/191)

Dajjal yaitu seorang pemuda… (H.R. Muslim)

“Dajjal yaitu seorang pria yang gemuk …” (H.R.Bukhari)

ia (jassasah) berkata,”Wahai orang-orang pergilah kalian kepada seorang pria yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian!” (H.R. Muslim)

Dajjal tidak punya anak /keturunan… (H.R. Muslim)

Beberapa hadits di atas terang mengisyaratkan bahwa Dajjal yaitu sosok manusia. Maka kesimpulannya, tidak ada satu pun teori pentakwilan bahwa sosok Dajjal bukanlah makhuk hidup melainkan sistem, ideologi atau organisasi, yang berhasil menjelaskan semua keterangan hadits mengenai ciri fisik Dajjal. Maka terang lah di sini bahwa Dajjal yaitu sosok manusia.

DAJJAL BUKANLAH MONSTER NAMUN IA ADALAH MANUSIA

Bagi yang beropini bahwa Dajjal yaitu sosok makhluk hidup berjasad atau insan terbagi menjadi majemuk topik mencakup :

    Dajjal itu makhluk monster/binatang/alien dari segitiga bermuda
    Dajjal itu sosok manusia
    Dajjal itu satu orang atau sekelompok orang / kaum?
    Dajjal itu sosok yang sudah ada semenjak dahulu, atau gres akan muncul?

Sebagian beropini bahwa Dajjal yaitu monster atau hewan melata yang mengerikan. Sebagian orang nasrani mempercayai Dajjal yaitu “the beast” yang tercantum dalam ramalan kitab Wahyu, Kitab Nabi Daniel dan Kitab Nabi Yesaya. Sedangkan Umat Islam yang beropini Dajjal yaitu monster, hanyalah mendasarkan diri pada hadits yang menceritakan sobat Rasulullah SAW berjulukan Tamim Ad-Daari yang bertemu sosok “Al-Jasasah” berupa monster yang berbulu.

Setelah itu mereka masuk ke dalam pulau tersebut kemudian mereka bertemu dengan seekor hewan yang berbulu lebat  sehingga mereka tidak sanggup memperkirakan mana ekornya dan mana kepalanya alasannya yaitu tertutup oleh bulunya yang terlalu banyak.(H.R. Muslim)

Maka pendapat ini hanya melihat dari 1 hadits saja namun tidak memperhatikan keterangan hadits lain yang seabreg-abreg perihal ciri fisik Dajjal sebagai manusia. Maka teori ini terang tertolak. Yang benar yaitu Dajjal merupakan sosok insan sedangkan monster atau makhluk berbulu itu yaitu makhluk yang berada 1 pulau dengan Dajjal yang memberi keterangan perihal sosok insan di biara/istana.

Adapun teori bahwa Dajjal yaitu sosok insan dengan aneka macam perbedaan pendapatnya sanggup dirangkum sebagai  berikut :

A. Yang beropini Dajjal yaitu sekelompok insan / kaum terbagi dalam aneka macam pendapat :

        Dajjal yaitu kaum Yahudi.
        Dajjal yaitu kaum Nasrani. Menurut sebagian orang muslim, Dajjal al masih yaitu yang menutupi kebenaran fatwa al-masih yaitu fatwa Nasrani itu sendiri yang telah menyimpang dari fatwa Nabi Isa yang asli
        Dajjal yaitu kaum Anti  Kristus. Menurut sebagian orang Nasrani, Dajjal Al Masih artinya yaitu adalah yang menutupi (karena dajjal artinya yang menutupi) Sedangkan al masih yaitu Isa atau Yesus. Maka Dajjal al masih ialah yang menutupi fatwa Isa/Yesus yaitu yang dikenal dengan antikristus
        Dajjal yaitu umat Islam, berdasarkan sebagian orang Katolik ekstrim menyerupai Advent hari ketujuh atau Saksi Yehova, arahan dari kitab wahyu bahwa the beast mempunyai tanda 666. Hal ini yaitu arahan terhadap Al-Qur’an yang mempunyai 6.666 ayat.

Namun dari semua pendapat mengenai Dajjal yaitu sekelompok insan atau kaum yaitu tertolak alasannya yaitu dikatakan dalam hadits :

Dari Abu Said Al Khudri : Dajjal tidak punya anak /keturunan… (H.R. Muslim)

Jika ia dikatakan tidak mempunyai keturunan maka tidaklah mungkin ia suatu kaum. Karena jikalau Dajjal yaitu satu kaum,berarti suatu kaum itu semuanya yaitu mandul. Tentu saja hal ini sebuah kemusykilan.

B.  Yang beropini Dajjal yaitu satu orang insan / kaum terbagi dalam aneka macam pendapat :

        Dajjal tidak lain yaitu penjelmaan dari Iblish
        Dajjal yaitu Samiri yang dahulu menciptakan anak lembu
        Dajjal yaitu insan yang sudah muncul semenjak dahulu
        Dajjal yaitu sosok yang belum muncul. Bagi kelompok ini masih terbagi lagi perdebatan apakah Dajjal itu kelompok bangsa tertentu yaitu Yahudi, Eropa  atau bukan Yahudi maupun Eropa.

Bagi yang beropini bahwa Dajjal itu yaitu Iblish, tentu saja hal ini yaitu pendapat yang serampangan dan sembrono alasannya yaitu Iblish itu yaitu makhluq dari golongan Jin yang diberikan keringanan penundaan kematian oleh Allah SWT hingga hari kiamat. Sedangkan Dajjal yaitu sosok insan yang mati sebelum hari simpulan zaman dan dibunuh oleh tangan Isa Al Masih yang akan muncul mendukung Imam Mahdi. (mengenai kemunculan Isa Al-Masih dan Imam Mahdi dibahas dalam Bab Tersendiri). Kaprikornus terang Dajjal bukanlah Iblish.

Adapun yang beropini Dajjal bergotong-royong yaitu Samiri yang dahulu menciptakan patung sapi dari emas dan sanggup membuatnya hidup bersuara dengan sihirnya di zaman Nabi Musa a.s. yaitu Muh. Isa Dawud dalam bukunya “Dajjal muncul dari segitiga bermuda” Beliau mendasarkan diri pada penafsiran ayat Al-Qur’an ketika menjelaskan bahwa Musa mendiamkan saja Samiri dan hanya menghukumnya dengan mengusirnya, dan tidak membunuhnya. Lalu dia berspekulasi dengan teorinya bahwa Samiri inilah yang kemudian dirantai dan ditemukan oleh Sahabat Rasulullah s.a.w. di sebuah pulau misterius, dan Samiri inilah yang nanti akan muncul di masa yang akan tiba sebagai Dajjal.

Belum ada Komentar untuk "Dajjal Bukanlah Monster Namun Dia Yaitu Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel