Bagaimana Sains Menjelaskan Nabi Isa As Lahir Tanpa Ayah ?


Oleh Hanny Rono

Pertanyaan ini pernah tercuat pada aku dari audiens ketika membahas sex education. Berulang kali aku tekankan bahwa sains bukanlah media untuk menimbulkan kita merasa “Tuhan” tapi untuk lebih mengenal sampai menjadi lebih tunduk pada Tuhan dengan fenomena alam yang maha luar biasa terjadi.

Steven Spielberg melalui filmnya Jurassic Park sempat memberikan sebuah pesan bahwa alam akan mengatur dirinya sendiri untuk tetap bisa bertahan hidup sekalipun harus memakan banyak korban.

Dalam film itu diperlihatkan para ilmuwan yang berusaha untuk mengendalikan populasi dinosaurus dengan hanya membuat berjenis kelamin betina saja. Kenyataannya, alasannya aroganisme mereka, ternyata dinosaurus bisa bertelur tanpa perlu tugas pejantan.

Dalam fakta ilmiah, diketahui lebih dari 70 spesies bahkan mungkin lebih banyak lagi binatang dan tumbuhan yang bisa untuk mereproduksi tanpa peranan sisi pejantan.

Contoh faktual yang paling bersahabat saja ialah Komodo. Reptilia purba ini diketahui bisa untuk bertelur sekalipun di pulau daerah ia berdiam tidak terdapat komodo pejantan, bahkan uniknya, komodo betina ini bisa mengendalikan genetikanya sampai telur-telurnya secara umum dikuasai berkelamin jantan untuk mengimbangi populasi di pulau tersebut di kemudian hari.

Fenomena ini dikenal sebagai Parthenogenesis yang berasal dari bahasa Yunani, Parthenos yang berarti “perawan” atau "virgin", Genesis yang berarti “penciptaan” atau "creation". Lebih hebatnya lagi ternyata Parthenogenesis bermacam-macam macamnya, terkadang situasional atau bahkan permanen.

Apakah fenomena Siti Maryam atau Maria termasuk kategori parthenogenesis ini? Kita tidak tahu, ya, kita tidak tahu pasti, wallahu ‘alam bishowab.

Bila pertanyaannya mungkinkah atau masuk akalkah atau logiskah secara sains? Jawabannya ya sangat dimungkinkan.

Tapi ketika muncul pertanyaannya mungkinkah seorang anak bisa dilahirkan tanpa seorang ayah? Saya tidak bisa menjelaskan komprehensif kepada awam alasannya aku sendiri tidak merekomendasikannya tanpa pendamping ahlinya, sekalipun anda bisa googling di internet mengenai topik ini. Salah satunya silahkan anda simak di laman http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/1431489.stm dan http://goo.gl/FKUbZj

Kekhawatiran saya, tanpa pendamping yang jago dan bijak, topik ini rentan akan legitimasi kepada para gay dan lesbian atau pihak yang anti ijab kabul untuk memiliki keturunan tanpa norma agama, bahkan skenario terburuknya, anda bisa menjadi seorang atheis.

Bisa dibayangkan rusaknya psikologis anak (kalau memang terjadi) mengetahui dirinya lahir tanpa kejelasan garis keturunan, bisa mengacaukan aturan waris bagi dirinya, dan yang niscaya fisiologis tubuhnya akan mengalami keganjilan atau tidak berusia panjang.

Saya sangat bersyukur bahwa Allah SWT telah membuat Nabi Adam as dari tanah seolah-olah Allah SWT tahu bahwa kelak pelajaran pesan yang tersirat diciptakannya Nabi Isa as tanpa ayah bukannya membuat beriman malah justru akan membuat semakin jauh dari iman.

Intinya, ada alasan maha indah mengapa Allah SWT menceritakan proses penciptaan Nabi Adam as dalam al-Qur’an ialah sebagai maklumat peringatan bagi beberapa ilmuwan ketika ini yang sangat tidak pintar dikarenakan telah mulai berusaha menerapkan Parthenogenesis pada insan yang hanya berakhir pada melogiskan bahwa tanpa peranan Tuhan pun mereka bisa, Subhanallahiladzim.

Image courtesy of University of Wisconsin-Madison: http://goo.gl/FKUbZj

Further reading: "Self-fertilization in human: having a male embryo without a father" - http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20452130

Belum ada Komentar untuk "Bagaimana Sains Menjelaskan Nabi Isa As Lahir Tanpa Ayah ?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel