Ajaibnya Hafalan Para Ulama Terdahulu

Bila kita membuka lembaran dongeng absurd perjalanan hidup para ulama salaf terdahulu Ajaibnya Hafalan Para Ulama Terdahulu

Bila kita membuka lembaran dongeng absurd perjalanan hidup para ulama salaf terdahulu, akan kita dapatkan berbagai pelajaran dan pesan yang tersirat yang sangat berharga dari kehidupan mereka. Perjuangan, pengorbanan, penderitaan, cita – cita,  harapan, dan doa, semuanya itu seakan mewarnai perjalanan hidup mereka yang sangat berharga bagi kita, bahkan sanggup kita katakan " absurd ", alasannya yaitu sangat jarang dan mungkin tidak kita temukan di zaman kini ini.

" Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai logika " ( Yusuf : 111 )

Diantara lembaran – lembaran absurd kehidupan  mereka, dongeng dalam menuntut ilmu yaitu yang paling sarat akan pesan yang tersirat dan pelajaran, terutama bagi para thullabul ilmi.

Dalam postingan kali ini, kami akan membawakan sedikit diantara dongeng – dongeng absurd dan aneh mereka dalam menuntut ilmu, yang lebih kami khususkan dalam sebuah pembahasan " antara ulama dan hafalan ", bagaimana kuatnya, cepat, dan banyaknya hafalan para ulama salaf. Yang supaya sanggup menambah semangat kita dalam menuntut ilmu dan menambah pujian sebagai umat islam yang mempunyai figur dan pola menyerupai mereka.

Mengapa Engkau Tidak Menulis

Muhammad bin Abi Hatim berkata ( saya mendengar Hasyid bin Ismail dan seorang lagi berkata : dahulu dikala menuntut ilmu dari ulama Bashrah, Abu Abdillah Al Bukhari berbeda dengan kami, ia masih belia dan juga tidak menulis. Hingga kurun waktu yang usang ia dalam keadaan menyerupai itu. Maka kami berkata kepadanya " bantu-membantu engkau tidaklah menyerupai kami bahkan engkau juga tidak menulis kemudian apa yang engkau lakukan ? ". suatu hari – enam belas hari kemudian – ia pun berkata " sungguh kalian telah banyak membicarakanku dan sangat memaksaku, tunjukkan padaku apa yang telah kalian tulis ". Maka kami mengatakan apa yang kami miliki kepadanya, ia malah menambahkan lima belas ribu hadits, kemudian membaca semuanya hanya dengan hafalan, sehingga kami pun membetulkan goresan pena – goresan pena kami dari hafalannya. Setelah itu ia berkata " apakah kalian mengira saya menyelisihi kalian dan membuang – buang waktuku ? ", maka kami pun tahu bahwa tidak ada seorangpun yang melebihinya ) lihat Tadzkiratul Huffadz ( 1 / 281 ) dan Al Bidayah wa An Nihayah ( 14 / 14 )



Aku Hafal Apapun Yang Aku Dengar

Qatadah bin Da'amah As Sadusy berkata ( saya tidak pernah berkata kepada seorangpun dari rawi hadits : "ulangilah haditsmu ", dan tidaklah telingaku mendengarkan sesuatu kecuali telah menetap dalam hatiku ) lihat Tadzkiratul Huffadz ( 1 / 123 ) dan Siyar A'laam Nubalaa ( 5 / 276 )
Aku Menutup Telinga Takut Terhafal Olehku

Abu Zur'ah  Ar Rozy berkata ( tidaklah telingaku mendengarkan ilmu kecuali telah dihafal oleh hatiku, dan sungguh dikala saya berjalan di pasar Baghdad, kemudian saya mendengar bunyi biduan – biduan perempuan penyanyi dari bilik – bilik kamar, saya pun menutup pendengaran dengan jariku takut bila dihafal oleh hatiku ) lihat Tarikh Baghdad (10 / 333 )

Hal demikian juga dilakukan oleh Sufyan As Tsauri, ia berkata ( tidak ada yang terdengar oleh telingaku kecuali saya hafal, hingga – hingga ucapan seorang pendusta saya menutup pendengaran takut terhafal olehku ) lihat Al Hastsu Ala Hifdzil Ilmi : 39

Begitu Kuat Hafalannya

Abu Dawud Al Khaffaf Berkata ( Ishaq bin Rawhawaih menuliskan kami sebelas ribu hadits dari hafalannya, kemudian ia menbaca semua tanpa ada lebih atau kurang sehurufpun ) lihat Al Hadaiq Ibnu Al Jauzi ( 1 / 25 )

Abdullah bin Thahir berkata kepada Ishaq bin Rahawaih ( saya diberitahu bahwa engkau hafal seratus ribu hadits ? "  ia berkata " saya tidak tahu apa itu ? akan tetapi tidaklah saya mendengar sesuatu kecuali saya hafal, dan tidaklah saya hafal sesuatu kemudian saya lupa ) Tarikh Baghdad ( 6 / 354 )

Seakan Aku Melihat Kitab

Ishaq bin Rahawaih berkata ( dahulu tidaklah saya menulis sesuatu kecuali telah saya hafal, dan sungguh kini saya seakan melihat tujuh puluh ribu hadits lebih di dalam kitabku ) Al Jami' Li Akhlaqir Rawi Wa Adabis Sami' ( 2 / 253 )

Suatu kali syaikh Abdul Aziz bin Baz meminta untuk dibawakan Kitabul Iman milik Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka tatkala telah dibawakan, ia berkata " bukakan halaman sekian – ia memilih nomor halamannya – kemudian ia berkata " tolong bacakan baris ke enam belas…….. tolong bacakan footnote " sesudah itu ia berkata " Kitab Al Iman terakhir kali saya baca empat puluh tahun yang kemudian " kemudian ia menyebutkan siapa yang membacakan kepada beliau. Lihat Imam Ibnu Baz Durus Wa Mawaqif Wa Ibar : 27 – 28

Bapaknya Sangat Panik Tatkala Ia Sakit
Diriwayatkan bahwa Abu Bakr Al Anbary telah hafal seratus dua puluh ribu tafsir Al Qur'an beserta sanadnya. Suatu dikala ia sakit sehingga bapaknya sangat panik seraya berkata " bagaimana saya tidak panik mengkhawatirkan anak yang hafal bertumpuk – tumpuk peti kitab ) lihat Al Hastsu Ala Hifdzil Ilmi : 58

Hafal Ratusan Hadits Dalam Satu majlis

Husyaim bin Basyir pernah ditanya " berapa banyak hafalanmu wahai Abu Muawiyah ? ", ia mnejawab " dalam satu majlis saya sanggup hafal 100 hadits, jikalau engkau tanyakan kepadaku sebulan kemudian niscaya sanggup saya jawab "  lihat  Al Kamil Ibnu Ady ( 1 / 95 )
Waki' juga berkata ( tidak ada seorangpun dari sobat kami yang lebih hafal hadits darinya – yaitu Yahya bin Yaman – , dia sanggup menghafal lima ratus hadits dalam satu kali majlis ) lihat Tahdzibul Kamal ( 32 / 58 ) dan Al kasyif ( 3 / 273 )
Bagai Hafal Qul Huwallahu Ahad

Abu Zur'ah Ar Razy berkata ( saya hafal dua ratus ribu hadits sebagaimana orang hafal qul huwallahu ahad, dan bila saya murajaah, hafalanku tiga ratus ribu hadits ) Al Hadaiq Ibnul Jauzi ( 1 / 26 )

Beliau hafal Satu Juta hadits

Abu Zur'ah Ar Rozy berkata ( Ahmad bin Hanbal hafal satu juta hadits ) Tadzkiratul Huffadz ( 1 / 318 )

Muhammad bin Ismail Al Bukhari ( Aku hafal seratus ribu hadits shahih, dan dua ratus ribu hadits tidak shahih ) Siyar A'laam Nubalaa ( 12 / 415 )

Belum ada Komentar untuk "Ajaibnya Hafalan Para Ulama Terdahulu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel