7 Psikologis Seputar Penjual Dan Pembeli

xABDEAACAQIEBAMFBgIIBwADAQABAhEAAwQSITEFBiJBE 7 Psikologis Seputar Penjual dan PembeliAksi tawar menawar antara marketing dengan calon konsumen sejatinya sangat dekat dengan ilmu psikologis. Jika anda seorang marketing ataupun pengusaha, Anda harus mengetahui dasar-dasar aturan psikologis marketing guna memaksimalkan penjualan.seperti yang di kutip dari okezone.com
Menurut Tung Desem Waringin melalui bukunya yang bertajuk Marketing Revolution ada 7 aturan psikologis dasar dalam dunia marketing, berikut rinciannya:
1. Hukum Psikologis Mahal Bagus
Secara umum insan menganggap sesuatu yang mahal sama dengan bagus. Atau dengan implikasi langsungnya barang yang lebih mahal berarti dianggap lebih bagus. Harga ini sendiri sering kali merupakan tanda akan kualitas. Peningkatan harga secara dramatis sanggup meningkatkan penjualan secara dramatis untuk penjualan di kalangan orang yang lapar akan kwalitas.
Misal Tas Louis Vutton dari Perancis tidak pernah memperlihatkan promo atau diskon, satu-satunya yang digunakan yaitu harga Mahal (selain mutu tentunya). Pangsa ini yaitu pangsa untuk orang yang mengutamakan gengsi, harga mahal, signifikan, unggul, berbeda dari orang kebanyakan. Bila Louis Vutton menurunkan harga beliau akan kehilangan pasar tertentu.
2. Hukum Psikologis Timbal Balik
Orang secara umum cenderung ingin membalas akal baik seseorang
Contoh:
Organisasi weteran cacat diAmerika melaporkan usul derma mendapatkan respons balik 18 persen, namun saat waktu pengiriman disertai dengan hadiah sticker label (nama & alamat orang yang dikirimi) ternyata sukses rasionya naik hampir dobel 35 persen saat ada satu organisasi keagamaan berjulukan Hare Krishna Society di Amerika (Tahun 1970-an) dalam waktu 3 tahun sanggup membangun 321 kuil di Amerika & di Luar negeri. Apa yang dilakukan? Yaitu anggota kelompok mereka menghampiri banyak orang yang turun dari bandara atau di jalanan mereka memberi buku (biasanya Bhagavad Gita), atau Majalah mereka, atau hadiah yang paling cost efektif yaitu bunga.
Orang yang lewat mendadak menemukan bunga ditangan mereka atau disematkan di baju mereka.Ketika orang menolak mereka selalu ngotot "Tidak, ini hadiah dari kami,gratis Kemudian sesudah orang tersebut menerima,maka orang-orang dari organisasi Krisha ini mengeluarkan kertas usul keseimbangan Dan menyebutkan mereka sedang membangun daerah peribadatan. Tindakan ini Sukses Besar. Sampai kesudahannya tidak boleh pemerintah Amerika di final tahun 1970-an.
3. Hukum Psikologis Ikut-ikutan
Ada sebuah kartun, gambar pertama ada satu orang lihat ke atas, gambar kartun ke-2 ada lima orang lihat ke atas, di lantai 2, ada satu orang lihat ke bawah. Di gambar ke-3 ada 20 orang lihat ke atas & satu orang di lantai 2 ikut lihat ke atas. Ternyata di gambar ke-3 ini ada gambar malaikat sedang terbang di langit lengkap dengan sayap & bundar suci di kepala sedang melihat ke bawah. Di gambar ke-4 ada lima puluh orang lihat ke atas & lima orang di lantai 2 melihat ke atas. Dan Malaikatnya ikut-ikutan lihat ke atas. Pertanyaannya yaitu Malaikat-pun kena, apalagi manusia!
Bila ada dua buah rumah makan bersebelahan yang ramai, yang satu satu sepi, Anda pilih yang mana? Nah Anda ikut kena kan!, Pertanyaannya apakah yang ramai lebih lezat daripada yang sepi? Belum tentu.
Makanya biasanya saya sarankan untuk rumah makan, selain hal basic yaitu makanannya harus enak, bersih, pelayanan bagus, harga masuk akal (relatif). Hal yang terpenting yaitu bagaimana membuat ramai terlebih dahulu, dengan ramai rumah makan tersebut akan semakin ramai. Termasuk toko handphone, sering kali saya sarankan bila sedang sepi, karyawannya di depan counter, bukan di belakang counter, demikian juga parkirannya. Kalau toko agak sepi, parkiran sepeda motor/mobil karyawan harus dipenuhi di depan toko, sisakan sedikit untuk pelanggan yang tertarik datang. Ketika penuh sepeda motor karyawan dipindah lagi, dikosongkan sedikit.
4. Hukum Psikologis Perbandingan
Di dunia ini tidak ada yang mahal, tidak ada yang murah, tidak ada yang besar tidak ada yang kecil, tidak ada yang berat tidak ada yang ringan, semua ada saat orang membandingkan.
Contoh:
Ada seorang sukarelawan meminta orang untuk menemani belum dewasa yatim piatu pergi selama dua jam ke kebun binatang, hanya 17 persen yang mau atau 83 persen menolak. Tetapi saat cara bertanyanya memakai aturan psikologis perbandingan ini, yaitu dengan meminta yang lebih berat dulu, "Maukah Bapak/Ibu menemani belum dewasa yatim piatu seminggu 2 jam selama minimum 2 tahun berturut-turut, 104 ahad berturut-turut?" Tentu saja tidak ada yang mau. Setelah ditolak kemudian gres bertanya dengan pertanyaan yang pertama tadi "Oh bila Bapak/Ibu tidak ada waktu, setidaknya bila sekali saja 2 jam untuk menekan belum dewasa yatim piatu ke kebun binatang, Apakah Bapak/Ibu mau?" Jawabannya 50 persen mau.
5. Hukum Psikologis Keterbatasan
Sesuatu yang terbatas secara umum akan jauh lebih dihargai dibandingkan dengan sesuatu hal yang selalu ada.
Sejak ribuan tahun yang lalu, saat insan berburu, insan takut sekali tidak kebagian makan, alasannya yaitu itu berarti sama dengan mati. Sehingga hingga hari ini hal ini masih membekas di bawah sadar insan sehingga sesuatu hal yang terbatas harganya jadi lebih mahal. Sekali lagi bukan hal yang lebih penting & lebih bermanfaat yang lebih mahal, melainkan yang jarang atau terbatas.
6. Hukum Psikologis Ya "Kecil"
Bagaimana memakai aturan "Ya kecil" ini? Funnelling merupakan penggunaan aturan ini "Ya kecil" membuat "Ya Besar". Mendatangkan orang ke festival kendaraan beroda empat terlebih dahulu, mengajak test drive secara gratis, calon pembeli diminta menyebutkan kelebihan kendaraan beroda empat yang digunakan bahkan menuliskannya, kemudian menandatanganinya, gres diminta untuk beli maka kemungkinan belinya akan jauh lebih besar dibanding pribadi diminta untuk membeli
Demikian juga di restoran, mal, toko, fitness center, perumahan, tailor, sanggup memakai aturan "Ya kecil" membuat "Ya Besar'. Yang paling penting buat kegiatan sehingga calon pelanggan tiba terlebih dahulu.
7. Hukum Psikologis Karena
Penggunaaan dalam dunia Marketing: Beritahukan bahwa penawaran yang Anda berikan yaitu "Karena". Misal alasannya yaitu menyambut ulang tahun Anda. Karena hari Kartini, Karena Hari kebangkitan nasional, Karena Hari Natal, Karena menjelang Lebaran, Karena mau basuh gudang, Karena mau tutup buku dan karena-karena yang lain. Atau Anda sanggup sebutkan Anda memperlihatkan penawaran ini alasannya yaitu bos Anda sedang ke luar kota jadi beliau tidak tahu. (betul ini alasan yang bodoh) tetapi orang tetap saja lebih bahagia daripada tanpa alasan. Inilah yang disebut "WHY Marketing"

Belum ada Komentar untuk "7 Psikologis Seputar Penjual Dan Pembeli"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel