Di Tarik Sertifikasi Boeing 737 Max 8. Lion Air Mungkin Jadi Materi Percobaan?

Jatuhnya pesawat terbang Lion Air dengan nomor pendaftaran PK-LQP yang terbang dari bandara Soekarno -Hatta (Cengkareng) menuju Bangka Belitung Airport, agaknya bakal menuai kecaman banyak pihak. Pasalnya, pada mesin pesawat Boeing 737 Max itu ditemui beberapa problem teknis yang dapat membahayakan penerbangan.


Temuan itu mengakibatkan regulator penerbangan Amerika Serikat FAA (Federal Aviation Administration) menarik kembali sertifikasi mesin pesawat jet seri terbaru itu. Akibatnya, pengiriman pesawat yang sedianya bakal dilakukan bulan Mei 2018, mengalami penundaan.

FAA, tubuh yang berwenang menawarkan sertifikasi bagi semua pesawat yang menerbangi wilayah Amerika Serikat, diketahui telah merilis sertifikasi untuk pesawat Boeing 737 Max pada bulan Maret 2017.

Pesawat Boeing 737 Max yang masuk jajaran armada Lion Air, mulai dipakai 15 Agustus 2018. Sebelum menerbangi rute terakhirnya, pesawat nahas itu terbang dari bandara Ngurah Rai (Bali) menuju Jakarta. Pesawat itu tercatat mengalami gangguan teknis sehabis landing di bandara Soekarno - Hatta, tetapi telah menjalani perbaikan sesuai petunjuk pabrikan.

Apakah pengiriman pesawat Boeing 737 Max yang berharga USD 110 juta itu menyalahi mekanisme FAA? Mungkinkah Boeing mengakibatkan pasar Indonesia sebagai kelinci percobaan untuk pesawat jenis terbarunya itu? Terlalu berspekulasi untuk membenarkan pertanyaan-pertanyaan itu. Kepastiannya akan terjawab dalam penyelidikan yang dilakukan pegawanegeri berwenang.

Sumber artikel :
m.republika.co.id/amp/optg31383
Baca Sumber

Belum ada Komentar untuk "Di Tarik Sertifikasi Boeing 737 Max 8. Lion Air Mungkin Jadi Materi Percobaan?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel