Cara Ke Pulau Tidung

Kepulauan Seribu (resmi Kepulauan Seribu) adalah rantai Kepulauan Utara pantai di Jakarta. Membentuk Kabupaten hanya Jakarta, ibu kota Indonesia. Ini terdiri dari serangkaian 110 Kepulauan yang membentang 45 km (28 mil) Utara ke Laut Jawa di Teluk Jakarta Barat dan pada kenyataannya Utara Provinsi Banten.

Sebuah dekrit menyatakan bahwa 36 pulau dapat digunakan untuk rekreasi. Dari 36 pulau ini, pulau-pulau hanya 13 sepenuhnya dikembangkan: Kepulauan 11 rumah ke resor dan dua pulau taman bersejarah. Dua puluh tiga pulau milik pribadi dan tidak terbuka untuk umum. Sisa kepulauan yang baik tidak berpenghuni atau mendukung sebuah desa nelayan

Sejarah modern Kepulauan Seribu dimulai dengan perannya dalam pertahanan kota Batavia VOC dan Kekaisaran kolonial Belanda. Sejak pendirian Batavia pada tahun 1610, Pulau Onrust menjadi basis angkatan laut.

Setelah VOC gagal memperoleh penguasaan perdagangan di Banten pada tahun 1610, Belanda memperoleh izin dari Jayakarta Pangeran untuk membangun dermaga di salah satu pulau di Teluk Jakarta sebagai sebuah tempat untuk memperbaiki dan memperlengkapi kapal-kapal berlayar ke Asia, khususnya Asia Tenggara. Pulau Pangeran Jayakarta ditugaskan kepada VOC ini Onrust, Pulau seluas 12 hektar (30-acre) 14 km (8.7 mil) dari Jakarta.
Peta kota Pulau Onrust (1650)

Pada tahun 1615 VOC membangun galangan kapal dan rumah penyimpanan kecil di pulau, yang Jan Pieterszoon Coen berharap akan akhirnya berkembang menjadi perdagangan dan pertahanan dasar terhadap ancaman dari Banten dan Inggris (1618). VOC dibangun sebuah benteng persegi panjang kecil dengan ujung dan Bastion dua tahun 1656; sarang penganut menganjung dari benteng dan digunakan sebagai tampilan-out posting. Belanda diperbesar benteng di 1671 dan memberikan bentuk pentagonal yang asimetris dengan benteng di setiap sudut. Seluruh struktur terbuat dari batu bata merah dan karang. Di 1674 penyimpanan tambahan bangunan dibangun
Pada tahun 1795, posisi Belanda di Batavia menjadi tidak pasti karena perang di Eropa, dan situasi menjadi lebih buruk dengan penampilan di 1800 skuadron Angkatan Laut Inggris di bawah komando Kapten Henry Lidgbird bola HMS Daedalus. Daedalus, HMS hampir, HMS Centurion dan HMS Braave memasuki daerah, yang mereka disebut sebagai jalan Batavia. Mereka disita lima kapal bersenjata Belanda dan menghancurkan 22 kapal lain. Pulau Onrust adalah dikepung oleh Inggris dan akhirnya hancur.


Setelah meninggalkan Inggris, Belanda dibangun kembali bangunan dan fasilitas, menyelesaikan pekerjaan pada tahun 1806. Namun, serangan British yang kedua, yang dipimpin oleh Laksamana Edward Pellew, lagi menghancurkan benteng. Ketika Inggris diduduki Batavia pada tahun 1810, mereka diperbaiki bangunan di Pulau Onrust sampai sebelum mereka meninggalkan Indonesia pada tahun 1816.

Pulau Onrust lagi menerima perhatian tahun 1827 selama periode Gubernur Jenderal G.A.Baron Van Der Capellen dan kegiatan di Pulau normal lagi pada tahun 1848. Pada 1856 galangan kapal apung dibangun. Namun, pembangunan pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 1883 mengakibatkan penurunan dalam peran dan pentingnya pulau Onrust.

Pada 1911-1933, Pulau Onrust menjadi Stasiun quarantine jamaah kembali dari perjalanan Haji. Barrack dibangun tahun 1911 yang berisi 35 unit sekitar 100 peziarah. Dari tahun 1933 sampai tahun 1940, Belanda digunakan Onrust terus pemberontak terlibat dalam kejadian tersebut Caribbean (Zeven Provincien). Pada tahun 1940, Belanda digunakan untuk menahan Jerman, seperti Steinfurt, yang adalah Kepala Administrator pulau Onrust. Setelah Jepang menyerang Indonesia pada tahun 1942, peran pulau Onrust menurun lagi dan itu menjadi penjara untuk kriminal serius.

Setelah Indonesia merdeka nya, Pulau menjadi sebuah leprosarium di bawah kendali Menteri Kesehatan Indonesia, sampai tahun 1960. Leprosarium kemudian dipindahkan ke posting VII di Pelabuhan Tanjung Priok.

Setelah kudeta oleh Jendral Suharto, Chris Soumokil, yang telah menyatakan Republik Maluku Selatan dengan dirinya sendiri sebagai Presiden, ditangkap dan diadakan di Onrust. Soumuki kemudian dihukum mati ada pada 21 April 1966 oleh Soeharto, yang kemudian Presiden Republik Indonesia.

Pada tahun 1972 Ali Sadikin, kemudian Gubernur Jakarta, menyatakan pulau Onrust dilindungi situs bersejarah. Pada tahun 2002 administrasi membuat Onrust dan tetangganya tiga - Kepulauan Cipir, Kelor dan Bidadari - Taman Purbakala untuk melindungi artefak dan reruntuhan di Kepulauan yang tanggal kembali ke saat perusahaan India Timur Belanda.

Belum ada Komentar untuk "Cara Ke Pulau Tidung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel